Ekonomi Tumbuh di Bawah 5%, IHSG Diramal Akan Terkoreksi
Jum'at, 06 Mei 2016 - 17:59 WIB
Ekonomi Tumbuh di Bawah 5%, IHSG Diramal Akan Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan jatuh setelah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I/2016 di bawah 5%, atau lebih rendah dari perkirakan ekonomi dan asumsi RAPBN-P.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan, IHSG secara teknikal berpeluang terkoreksi. Ada pola pergerakan negatif yang perlu diwaspadai. "Cuma kalau dari teknikal ada pola negatif yang harus di perhatikan," ujarnya melalui pesan singkat kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (6/5/2016).
Lanjar mengingatkan, ada peluang IHSG terperosok hingga cukup dalam. Apalagi, jika meninggalkan level support 4.800 maka akan bisa jatuh ke level 4.600-an.
"Kalau IHSG break support hati-hati kalau break 4.800. Bisa lanjut ke 4.690. Kemarin ditutup di tahan di atas 4.800 cukup baik," kata dia. (Baca: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2016 Tumbuh 4,92%)
Menurutnya, laju indeks saham masih dapat bertahan di level 4.800 karena dua sentimen. Yaitu, berkurangnya angka pengangguran serta inflasi dan kebijakan BI 7 Day Repo Rate.
"Ya itu yang bikin domestik nahan, kalau asing jualan terus. Pola negatifnya head and shoulder dengan neckline support 4.800-an," pungkas Lanjar.
Baca Juga:
Perlambatan Ekonomi Kuartal I 2016 di Luar Prediksi
Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Target, JK Salahkan Pemda
BI Ungkap Penyebab Ekonomi Kuartal I Rendah
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan, IHSG secara teknikal berpeluang terkoreksi. Ada pola pergerakan negatif yang perlu diwaspadai. "Cuma kalau dari teknikal ada pola negatif yang harus di perhatikan," ujarnya melalui pesan singkat kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (6/5/2016).
Lanjar mengingatkan, ada peluang IHSG terperosok hingga cukup dalam. Apalagi, jika meninggalkan level support 4.800 maka akan bisa jatuh ke level 4.600-an.
"Kalau IHSG break support hati-hati kalau break 4.800. Bisa lanjut ke 4.690. Kemarin ditutup di tahan di atas 4.800 cukup baik," kata dia. (Baca: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2016 Tumbuh 4,92%)
Menurutnya, laju indeks saham masih dapat bertahan di level 4.800 karena dua sentimen. Yaitu, berkurangnya angka pengangguran serta inflasi dan kebijakan BI 7 Day Repo Rate.
"Ya itu yang bikin domestik nahan, kalau asing jualan terus. Pola negatifnya head and shoulder dengan neckline support 4.800-an," pungkas Lanjar.
Baca Juga:
Perlambatan Ekonomi Kuartal I 2016 di Luar Prediksi
Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Target, JK Salahkan Pemda
BI Ungkap Penyebab Ekonomi Kuartal I Rendah
(izz)
Lihat Juga :