Jokowi: Perputaran Uang Tinggi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Sabtu, 07 Mei 2016 - 16:44 WIB
Jokowi: Perputaran Uang Tinggi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, perputaran uang yang tinggi dengan menarik investasi di daerah bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dapat didorong dengan mengimplementasikan paket kebijakan ekonomi.
Jokowi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di sebuah negara harus didorong banyaknya arus uang yang masuk. Selain itu, paket kebijakan juga harus mampu dikeluarkan daerah.
"Jadi paket-paket ekonomi tak hanya dibuat pusat tapi daerah mampu buat paket ekonomi masuk ke daerah masing-masing karena kunci kesejahteraan ekonomi perputaran uang makin banyak di daerah," ujarnya, dalam acara Indonesia Investing in Sustainable Development di Jakarta, Sabtu (7/5/2016).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, salah satu hal yang menghambat investasi di daerah yakni Perda yang bermasalah. Persoalan ini sudah dibicarakan dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
"Ada sekitar 3.000 Perda bermasalah. Saya sudah bilang Pak Menteri Dalam Negeri tolong perda-perda bermasalah ini dihapus, tidak perlu dikaji-kaji lagi. Paling lambat Juni atau Juli sudah dihapus," tegasnya.
Jokowi juga berpesan agar Pemda mengeluarkan Perda yang sejalan dengan paket kebijakan Pemerintah Pusat. Selanjutnya bisa memasarkan daerahnya masing-masing.
"Pemerintah daerah harus pandai memasarkan daerahnya. Pandai memasarkan wilayahnya. Misalnya, tawarkan ke investor, kalau Anda mau berusaha, saya tawarkan tanah Rp100.000/meter atau tawarkan tanah di tempat saya Rp50.000/meter atau gratis enggak apa-apa yang penting investor bisa masuk," tandas Jokowi.
Jokowi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di sebuah negara harus didorong banyaknya arus uang yang masuk. Selain itu, paket kebijakan juga harus mampu dikeluarkan daerah.
"Jadi paket-paket ekonomi tak hanya dibuat pusat tapi daerah mampu buat paket ekonomi masuk ke daerah masing-masing karena kunci kesejahteraan ekonomi perputaran uang makin banyak di daerah," ujarnya, dalam acara Indonesia Investing in Sustainable Development di Jakarta, Sabtu (7/5/2016).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, salah satu hal yang menghambat investasi di daerah yakni Perda yang bermasalah. Persoalan ini sudah dibicarakan dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
"Ada sekitar 3.000 Perda bermasalah. Saya sudah bilang Pak Menteri Dalam Negeri tolong perda-perda bermasalah ini dihapus, tidak perlu dikaji-kaji lagi. Paling lambat Juni atau Juli sudah dihapus," tegasnya.
Jokowi juga berpesan agar Pemda mengeluarkan Perda yang sejalan dengan paket kebijakan Pemerintah Pusat. Selanjutnya bisa memasarkan daerahnya masing-masing.
"Pemerintah daerah harus pandai memasarkan daerahnya. Pandai memasarkan wilayahnya. Misalnya, tawarkan ke investor, kalau Anda mau berusaha, saya tawarkan tanah Rp100.000/meter atau tawarkan tanah di tempat saya Rp50.000/meter atau gratis enggak apa-apa yang penting investor bisa masuk," tandas Jokowi.
(dmd)
Lihat Juga :