Libur Panjang, 4.200 Kartu Multi Trip KRL Ludes Terjual

Senin, 09 Mei 2016 - 00:17 WIB
Libur Panjang, 4.200...
Libur Panjang, 4.200 Kartu Multi Trip KRL Ludes Terjual
A A A
JAKARTA - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) melaporkan pihaknya telah menjual sekitar 4.200 tiket berlangganan kartu ‎multi trip (KMT) selama musim libur panjang, pada 5-8 Mei 2016. KMT mempermudah dan mempercepat penumpang KRL dalam proses e-ticketing.

‎Manajer Komunikasi KCJ Eva Chairunisa mengatakan, lonjakan pengguna jasa yang terjadi hingga 15% pada musim liburan kali ini, berdampak pada kepadatan antrean di loket stasiun.

Hal ini terjadi lantaran mayoritas pengguna KRL musiman masih menggunakan Tiket Harian Berjamianan (THB), sehingga setiap akan melakukan perjalanan penumpang harus menuju loket untuk mengisi tarif ataupun menukarkan uang jaminan kartu.

"Sementara pengguna KRL musiman yang tidak ingin mengantre panjang di loket akhirnya memilih menggunakan KMT.‎ Sekitar 4.200 tiket berlangganan KMT juga terjual selama tiga hari kemarin, yakni pada tanggal 5, 6 dan 7 Mei 2016," ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima Sindonews di Jakarta, Minggu (8/5/2016).

Eva mengatakan, penjualan KMT juga diikuti dengan sosialisasi langsung di stasiun terkait manfaat tiket berlangganan. Pada imbauan dan sosialisasi yang dilakukan, KCJ menyampaikan penggunaan KMT akan mempermudah dan mempercepat proses e-ticketing. Pasalnya, penumpang tidak perlu antre di loket setiap akan melakukan perjalanan.

"Selain itu, fasilitas kartu yang tidak memiliki masa kedaluwarsa juga tidak perlu membuat pengguna khawatir kehilangan saldo yang ada pada kartu meskipun KMT tidak digunakan dalam waktu lama," ungkapnya.

Untuk tiket berlangganan KMT, lanjut dia, saat ini KCJ juga telah menyiapkan beragam varian selain bentuk kartu. Varian tiket berlangganan multitrip saat ini juga diproduksi dalam bentuk gelang, gantungan kunci dan stiker.

Selain sosialisasi KMT, tambah Eva, menyikapi kepadatan penumpang di stasiun pada musim liburan, KCJ juga menambah fasilitas e-ticketing seperti perangkat standing reader yang digunakan untuk fasilitas pengembalian jaminan kartu.

"Sekitar 12 standing reader serta petugas ticketing tambahan yang ditempatkan di sejumlah stasiun besar padat penumpang, seperti Bogor, Jakarta Kota dan Tanah Abang," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aturan Baru, Kapasitas...
Aturan Baru, Kapasitas Penumpang KRL Commuter Jabodetabek Kini 80 Persen
Pengguna KRL Selama...
Pengguna KRL Selama Semester I/2022 Mencapai 89,9 Juta Penumpang
Tiket KRL Jabodetabek...
Tiket KRL Jabodetabek Berbasis NIK Mulai Diberlakukan pada 2025
Ada SO-6 di Stasiun...
Ada SO-6 di Stasiun Manggarai, Berikut Penyesuaian Jadwal KRL
Pemerintah Tidak Merekomendasikan...
Pemerintah Tidak Merekomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
22 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
38 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved