IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed Cenderung Tertekan
Senin, 09 Mei 2016 - 08:24 WIB
IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed Cenderung Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak mixed cenderung tertekan dengan range pergerakan 4.788-4.875.
Lanjar mengatakan, secara teknikal IHSG kembali terkonsolidasi dan berhasil bertahan pada level 4.800 yang juga menjadi support lower bollinger bands. "Indikator Stochastic masih bergerak flat dengan momentum RSI yang masih belum memberikan signal reversal pada area dekat jenuh jual," ujarnya di Jakarta, Senin (9/5/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya pada pekan ini yakni data neraca perdagangan dan aktivitas ekspor impor di China yang akan menjadi salah satu faktor acuan pertumbuhan ekonomi di China.
Sementara, dengan mengejutkan IHSG akhir pekan lalu berhasil ditutup menguat 10,33 poin sebesar 0,21% di level 4.822,59 dengan volume cukup tinggi setelah sempat tertekan sejak awal bulan seiring penurunan pertumbuhan PDB yang tidak mencapai ekspektasi di atas 5%.
PDB Indonesia secara YoY hanya tumbuh 4,92% dari 5,04% diperiode sebelumnya dengan ekspektasi naik 5,07%. Seakan sudah terkoreksi lebih dulu menjelang sesi kedua IHSG berhasil ditutup naik, di mana sektor konsumer dan industri dasar memimpin penguatan.
"Meskipun demikian, aksi investor asing masih terlihat sell off dengan catat net sell Rp365,98 miliar. Sehingga, total capital outflow yang terjadi pada minggu awal bulan ini mencapai Rp1,5 triliun," pungkasnya.
Lanjar mengatakan, secara teknikal IHSG kembali terkonsolidasi dan berhasil bertahan pada level 4.800 yang juga menjadi support lower bollinger bands. "Indikator Stochastic masih bergerak flat dengan momentum RSI yang masih belum memberikan signal reversal pada area dekat jenuh jual," ujarnya di Jakarta, Senin (9/5/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya pada pekan ini yakni data neraca perdagangan dan aktivitas ekspor impor di China yang akan menjadi salah satu faktor acuan pertumbuhan ekonomi di China.
Sementara, dengan mengejutkan IHSG akhir pekan lalu berhasil ditutup menguat 10,33 poin sebesar 0,21% di level 4.822,59 dengan volume cukup tinggi setelah sempat tertekan sejak awal bulan seiring penurunan pertumbuhan PDB yang tidak mencapai ekspektasi di atas 5%.
PDB Indonesia secara YoY hanya tumbuh 4,92% dari 5,04% diperiode sebelumnya dengan ekspektasi naik 5,07%. Seakan sudah terkoreksi lebih dulu menjelang sesi kedua IHSG berhasil ditutup naik, di mana sektor konsumer dan industri dasar memimpin penguatan.
"Meskipun demikian, aksi investor asing masih terlihat sell off dengan catat net sell Rp365,98 miliar. Sehingga, total capital outflow yang terjadi pada minggu awal bulan ini mencapai Rp1,5 triliun," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :