Harga Minyak Dunia di Perdangangan Asia Naik 2%

Senin, 09 Mei 2016 - 08:36 WIB
Harga Minyak Dunia di...
Harga Minyak Dunia di Perdangangan Asia Naik 2%
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia di perdagangan Asia awal pekan ini naik sekitar 2%, karena terjadi kebakaran hutan di Kanada yang telah menutup luas kapasitas pasir minyak.

"Saya pikir kebakaran di Kanada juga akan berdampak besar terkait ekspor Kanada sekitar 3,5 juta barel per hari ke AS. Saya tidak yakin jika harga minyak akan kembali ke USD80 per barel, tapi USD50 per barel dan di atas itu terlihat mungkin," kata Carl Larry, direktur pengembangan bisnis minyak dan gas di Frost & Sullivan seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/5/2016).

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,05, atau 2,3% menjadi USD45,71 per barel di New York. Sementara, harga minyak mentah brent naik 85 sen atau 1,9% ke level USD46,22 per barel.

Analis juga mencerna berita akhir pekan kemarin atas langkah Arab Saudi yang mengangkat menteri energi baru untuk mengambil alih dari menteri minyak sebelumnya Ali al-Naimi. Khalid al-Falih diangkat menjadi menteri baru di tengah reformasi dan harga minyak rendah.

Falih mengatakan bahwa eksportir minyak mentah terbesar di dunia itu berkomitmen untuk memenuhi permintaan dan akan mempertahankan kebijakan minyak bumi tetap stabil.

Sementara penunjukan Falih sebagai menteri energi bisa membuat harga minyak bearish dalam jangka panjang mengingat meningkatnya keengganan Saudi untuk menggunakan intervensi pasar untuk meningkatkan harga.

Harga minyak mentah telah rebound sekitar 75% sejak mencapai posisi terendah dalam 12 tahun yang berada di sekitar USD27 per barel atau lebih rendah pada kuartal pertama, didukung oleh penurunan produksi AS, kendala pasokan tak terduga di Libya.

Pasokan minyak dunia tetap kelebihan, namun kelebihan pasokan diperkirakan sekitar 1,5 juta barel per hari. Kemarin, cuaca dingin, hujan ringan dan angin berlawanan dengan arah dari api membantu mengontrol kobaran api di Kanada.

Namun, perusahaan-perusahaan energi seperti Statoil dan Husky Statoil menutup fasilitas mereka di daerah sebagai tindakan pencegahan. Sebelas perusahaan produksi dan tiga operator pipa yang telah menahan kegiatan setelah inferno selama sepekan memaksa lebih dari satu juta barel dalam kapasitas offline.

Para pejabat mengatakan, kebakaran juga telah melakukan kerusakan kecil di fasilitas Long Lake CNOOC Unit Nexen ini. Itu melaporkan kerusakan pertama terhadap aset industri energi sejak krisis.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
14 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved