Jokowi Berambisi Jadikan RI Negara Layak Investasi

Senin, 09 Mei 2016 - 17:21 WIB
Jokowi Berambisi Jadikan...
Jokowi Berambisi Jadikan RI Negara Layak Investasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‎akhir April 2016 lalu baru saja meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid XII, yang berisi 10 indikator kemudahan berbisnis dan berusaha di Indonesia. Melalui perbaikan tersebut, Jokowi berambisi menjadikan Indonesia sebagai negara layak investasi.

(Baca Juga: Jokowi Desak Menteri Jalankan Paket Kebijakan Ekonomi XII)

Dia menegaskan, langkah perbaikan tersebut bukan ‎hanya untuk mendongkrak peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business/EoDB) Indonesia semata. Namun, lebih jauh agar Indonesia mencapai predikat negara layak investasi.

"‎Kita juga harus mencapai predikat investment grade rating atau layak investasi," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/5/2016).

(Baca Juga: Jokowi Minta Izin Usaha Dilebur Jadi Satu Kertas)

Menurutnya, predikat layak investasi harus dicapai Indonesia guna memperluas pasar keuangan Internasional dengan biaya yang lebih murah. Tak hanya itu, predikat layak investasi juga akan mengerek persepsi positif Indonesia di mata dunia yang mampu mendorong peningkatan arus modal, uang, dan investasi yang masuk di Tanah Air.

"Untuk itu saya minta dilakukan langkah perbaikan dari aspek institusional, ekonomi, fiskal, moneter, sehingga kita betul-betul mencapai pada grade layak investasi," tandasnya.

(Baca Juga: Dorong Kemudahan Usaha, BKPM Tak Ingin Terjebak Peringkat)

Sementara itu sebelumnya Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menilai bahwa target pemerintah bukan hanya sekedar memperbaiki peringkat sesuai survei Ease of Doing Business yang dimana Indonesia kini berada pada peringkat 109. Melainkan melakukan perbaikan fundamental untuk lebih memudahkan prosedur, perizinan dan nonperizinan, serta efisiensi biaya dalam melakukan kegiatan usaha.

“Perbaikan diharapkan meningkatkan partisipasi pelaku usaha dalam negeri dalam perekonomian nasional, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja yang pada akhirnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Perbaikan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan merupakan bagian dari Nawa Cita Presiden,” ujar Franky.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ada Kapal JKW Mahakam-Dewi...
Ada Kapal JKW Mahakam-Dewi Iriana di Raja Ampat, Ini Respons Jokowi
Apresiasi Relokasi Investasi...
Apresiasi Relokasi Investasi ke RI, Jokowi Ajak Jepang Gabung Sovereign Wealth Fund
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Jokowi Resmi Luncurkan...
Jokowi Resmi Luncurkan OSS Berbasis Risiko: Perizinan UMKM dan Usaha Besar Tak Sama
Demi Keadilan, Jokowi...
Demi Keadilan, Jokowi Cabut Izin 2.078 Perusahaan Tambang
2.078 IUP yang Dicabut...
2.078 IUP yang Dicabut Jokowi Tersebar di 29 Provinsi
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
24 menit yang lalu
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
1 jam yang lalu
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
1 jam yang lalu
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
2 jam yang lalu
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
2 jam yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved