Indef: Tax Amnesty Harus Berkaca dari Paket Kebijakan

Senin, 09 Mei 2016 - 20:04 WIB
Indef: Tax Amnesty Harus...
Indef: Tax Amnesty Harus Berkaca dari Paket Kebijakan
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengemukakan, pemerintah sedianya perlu belajar dari selusin paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan sebelum memberlakukan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty).

Pasalnya, 12 paket yang diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Tanah Air justru ditanggapi dingin oleh pengusaha.

‎Ekonom Indef, Eko Listiyanto mengemukakan, selusin paket kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah ternyata kurang disambut positif para pengusaha. Ini terbukti dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016 tidak mencapai 5%.

‎"12 paket sudah dikeluarkan, ternyata (pertumbuhan ekonomi) kuartal satu juga enggak 5%. Jadi paket itu belum maksimal. Ini menunjukkan ketika pengusaha dikasih insentif, ternyata sambutannya adem ayem aja," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (9/5/2016).

Dia menjelaskan, meskipun tarif pengembalian pajak (uang tebusan) yang ditetapkan pemerintah untuk tax amnesty cukup rendah, namun tetap saja dinilai sebagai biaya (cost) yang perlu dikeluarkan pengusaha. Sebab itu, jika insentif saja sudah tidak disambut optimal, maka tax amnesty pun patut diragukan akan mampu terealisasi sesuai harapan.

"‎Memang ada potensi (tax amnesty) tapi apa akan terealisasi dengan besar. Kami masih meragukan, apalagi hitung-hitungannya sangat bombastis, akan meningkatkan likuiditas,” pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BLT, KUR, Bebas Pajak...
BLT, KUR, Bebas Pajak dan Insentif Properti Jadi Jurus Pemerintah Usai Ekonomi Melambat
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Ekonomi Indonesia 2026...
Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Tumbuh Stabil, Tren Pajak Masuk Babak Baru
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved