IHSG Berpotensi Anjlok Tinggalkan Level 4.700
Selasa, 10 Mei 2016 - 08:32 WIB
IHSG Berpotensi Anjlok Tinggalkan Level 4.700
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi anjlok ke level 4.600-an. IHSG akan bergerak mixed cenderung tertekan dengan range pergerakan 4.700-4.775.
Lanjar mengatakan, secara teknikal IHSG kembali menguji support neckline dari pola head and shoulder dan kali ini break out dengan pengujian selanjutnya pada ratio 61,8% dari luas trend jangka pendek di 4.738.
"Pelemahan akan berlanjut jika break out support 4.738 dengan target koreksi selanjutnya pada target pola Head and Shoulder dikisaran level 4.700-4.650. Indikator Stochastic terkonsolidasi pada area deka oversold dengan momentum bearish dari RSI yang masih cukup curam," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/5/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya dari dalam negeri akan ada data cadangan devisa, dari Asia akan dibanjiri data ekonomi China. Di antaranya, indeks harga produksi, tingkat investasi investor asing dan tingkat inflasi dengan semua ekspektasi cukup positif, sehingga diharapkan mampu menjadi momentum reversal pada bursa Asia.
Sementara, IHSG kemarin ditutup pada zona negatif alias melemah 73,28 poin atau 1,52% di level 4.749,31 dengan rata-rata saham big cap mengalami pelemahan terlihat pada total value yang cukup besar tertimbang total volume yang moderate.
Seluruh sektor terlihat terkoreksi kecuali sektor infrastruktur yang mengalamai penguatan karena kepercayaan investor terhadap saham TLKM meningkat pasca berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga profit double digit.
Pelemahan IHSG keseluruhan disebabkan oleh faktor data perdagangan di China yang kian memburuk. Salah satunya yang menjadi fokus yakni tingkat aktivitas impor China yang kembali menurun hingga 10,9% membuat kekhawatiran terhadap data aktivitas ekspor Indonesia.
"Investor asing juga melanjutkan aksi jual diawal pekan ini dengan tercatat net sell sebesar Rp457,58 miliar," pungkasnya.
Lanjar mengatakan, secara teknikal IHSG kembali menguji support neckline dari pola head and shoulder dan kali ini break out dengan pengujian selanjutnya pada ratio 61,8% dari luas trend jangka pendek di 4.738.
"Pelemahan akan berlanjut jika break out support 4.738 dengan target koreksi selanjutnya pada target pola Head and Shoulder dikisaran level 4.700-4.650. Indikator Stochastic terkonsolidasi pada area deka oversold dengan momentum bearish dari RSI yang masih cukup curam," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/5/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya dari dalam negeri akan ada data cadangan devisa, dari Asia akan dibanjiri data ekonomi China. Di antaranya, indeks harga produksi, tingkat investasi investor asing dan tingkat inflasi dengan semua ekspektasi cukup positif, sehingga diharapkan mampu menjadi momentum reversal pada bursa Asia.
Sementara, IHSG kemarin ditutup pada zona negatif alias melemah 73,28 poin atau 1,52% di level 4.749,31 dengan rata-rata saham big cap mengalami pelemahan terlihat pada total value yang cukup besar tertimbang total volume yang moderate.
Seluruh sektor terlihat terkoreksi kecuali sektor infrastruktur yang mengalamai penguatan karena kepercayaan investor terhadap saham TLKM meningkat pasca berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga profit double digit.
Pelemahan IHSG keseluruhan disebabkan oleh faktor data perdagangan di China yang kian memburuk. Salah satunya yang menjadi fokus yakni tingkat aktivitas impor China yang kembali menurun hingga 10,9% membuat kekhawatiran terhadap data aktivitas ekspor Indonesia.
"Investor asing juga melanjutkan aksi jual diawal pekan ini dengan tercatat net sell sebesar Rp457,58 miliar," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :