JK Sebut Masalah Pangan Tak Akan Pernah Selesai
Selasa, 10 Mei 2016 - 14:37 WIB
JK Sebut Masalah Pangan Tak Akan Pernah Selesai
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerangkan masalah pangan akan selalu menjadi topik pembicaraan yang tidak akan pernah selesai untuk dibahas. Bahkan dia menambahkan bahwa semua negara mempunyai persoalan yang sama yakni soal pangan.
JK menjelaskan, pembahasan soal ketersediaan pangan tidak akan pernah habis diperbincangkan sehingga, terkadang membuat ketegangan di satu negara. "Di semua negara dan kita mempunyai masalah (pangan) yang hampir sama serta tidak akan pernah selesai. Selalu tegang dan akan selalu dibicarakan yaitu masalah pangan," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/2016).
(Baca Juga: Harga Beras Rp2.500/Liter Saat JK Jadi Kepala Bulog)
Beberapa puluh tahun lalu, menurutnya sudah ada persoalan pangan dan sandang. Khusus yang terakhir, saat ini sudah tidak lagi jadi bahasan karena harganya murah. "Tahun 1960 sampai 1970 an kita bicara sandang dan pangan, tapi sekarang tidak lagi soal pangan saja. Meski begitu pangan akan jadi pembicaraan jika berkurang dan harganya turun naik," sambung dia.
(Baca Juga: Wapres JK Akui Ada yang Permainkan Harga Beras)
Dia mengemukakan alasan pangan selalu jadi persoalan, lantaran jumlah penduduk di dunia terus bertambah. Di sisi lain, luas lahan pertanian terus berkurang.
"Kenapa makanan itu selalu menjadi masalah? Pertama, karena penduduk bertambah, lahan terbatas akibat penduduk itu sendiri. Kemudian masalah iklim selalu berubah, kadang perubahan besar, sekarang pertanyaannya pangan selalu tergantung iklim," pungkasnya.
JK menjelaskan, pembahasan soal ketersediaan pangan tidak akan pernah habis diperbincangkan sehingga, terkadang membuat ketegangan di satu negara. "Di semua negara dan kita mempunyai masalah (pangan) yang hampir sama serta tidak akan pernah selesai. Selalu tegang dan akan selalu dibicarakan yaitu masalah pangan," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/2016).
(Baca Juga: Harga Beras Rp2.500/Liter Saat JK Jadi Kepala Bulog)
Beberapa puluh tahun lalu, menurutnya sudah ada persoalan pangan dan sandang. Khusus yang terakhir, saat ini sudah tidak lagi jadi bahasan karena harganya murah. "Tahun 1960 sampai 1970 an kita bicara sandang dan pangan, tapi sekarang tidak lagi soal pangan saja. Meski begitu pangan akan jadi pembicaraan jika berkurang dan harganya turun naik," sambung dia.
(Baca Juga: Wapres JK Akui Ada yang Permainkan Harga Beras)
Dia mengemukakan alasan pangan selalu jadi persoalan, lantaran jumlah penduduk di dunia terus bertambah. Di sisi lain, luas lahan pertanian terus berkurang.
"Kenapa makanan itu selalu menjadi masalah? Pertama, karena penduduk bertambah, lahan terbatas akibat penduduk itu sendiri. Kemudian masalah iklim selalu berubah, kadang perubahan besar, sekarang pertanyaannya pangan selalu tergantung iklim," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :