Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Jokowi Kecewa dengan Menterinya

Selasa, 10 Mei 2016 - 16:22 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Jokowi Kecewa dengan Menterinya
A A A
JAKARTA - Raut wajah Presiden Joko Widodo tampak tidak semringah seperti biasanya. Wajah kecewa terungkap saat Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka Laporan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2016 yang dihadiri segenap menteri dan kepala lembaga Kabinet Kerja.

Hasil pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016 yang dirilis Badan Pusat Statistik, belum lama ini, melansir pertumbuhan ekonomi hanya 4,92%. Meleset dari harapan yaitu 5,1%.

“Saya ingin menekankan beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama. Terutama terkait evaluasi laju pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016 hanya 4,92%,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Bekas Gubernur DKI Jakarta ini mengaku telah berulang kali mengatakan bahwa belanja Kementerian dan Lembaga Negara (K/L) bisa ditarik ke awal tahun atau kurun Januari-Februari 2016, terutama berkenaan dengan belanja modal dan belanja barang. Dengan hal itu diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi baik di pusat dan daerah.

"Kenapa harus kita lakukan itu?‎ Saya ulang lagi, ini akan mentrigger pertumbuhan ekonomi baik di pusat maupun daerah," imbuh dia.

Sayangnya, sambung mantan Walikota Solo ini, para kementerian dan lembaga nampaknya tutup telinga dengan instruksinya di awal tahun tersebut. Ini terbukti, hanya satu sampai tiga kementerian saja yang menjalankan instruksinya tersebut.

"‎Ini sudah saya ulang terus tapi kelihatannya pada awal tahun yang lalu yang bergerak hanya 1-3 kementerian. Yang lainnya, saya enggak tau, lupa atau memang terjebak pada rutinitas-rutinitas yang ada," ungkapnya kecewa.

Jokowi menegaskan, jika para pembantunya tersebut masih terjebak dengan rutinitas yang ada maka jangan berharap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air bisa terdongkrak dan menembus target yang dicanangkan.

"‎Sekali lagi, kalau kita masih terjebak pada rutinitas yang ada seperti itu, mau tidak mau tiap hari persoalannya akan begini terus. Berulang-ulang terus,” tandasnya.

Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia d‎i kuartal I 2016 tumbuh sebesar 4,92%. Jika dibandingkan dengan kuartal I 2015, angka ini tumbuh positif karena pada periode tersebut pertumbuhan ekonomi mencapai 4,73%.

Namun jika dibandingkan dengan kuartal IV 2015, angka tersebut turun karena saat itu pertumbuhan ekonomi mencapai 5,04%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Jokowi 6 Kali Reshuffle...
Jokowi 6 Kali Reshuffle Kabinet di Periode kedua 2019-2024
Jokowi Jamu Tony Blair...
Jokowi Jamu Tony Blair di Restoran Menteng, Bahas Apa?
Jokowi Kembali Ingatkan...
Jokowi Kembali Ingatkan Menterinya: Jangan Biasa-biasa Saja
Reshuffle di Ujung Pemerintahan...
Reshuffle di Ujung Pemerintahan Jokowi Berbau Kepentingan Politik
Reshuffle Kabinet Jokowi...
Reshuffle Kabinet Jokowi Lantik 3 Menteri dan 1 wakil Menteri
Berita Terkini
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
2 menit yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
38 menit yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
43 menit yang lalu
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
1 jam yang lalu
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved