Ekonomi Melambat, Jokowi Dorong K/L Percepat Serap Anggaran

Selasa, 10 Mei 2016 - 18:13 WIB
Ekonomi Melambat, Jokowi...
Ekonomi Melambat, Jokowi Dorong K/L Percepat Serap Anggaran
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kinerja lamban kementerian dan lembaga yang tidak melaksanakan instruksinya untuk menyerap anggaran sejak awal tahun. Menurutnya hal itu menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2016 hanya mencapai 4,92%.

Dia mengatakan, pada periode tersebut sektor konstruksi masih menjadi andalan dan berkontribusi cukup besar sekitar 7,9% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini menurutnya karena menteri yang berada di sektor konstruksi melaksanakan instruksi untuk melakukan lelang di awal tahun.

"Kuartal I kalau kita lihat memang dari angka yang saya dapat, sektor kontruksi itu masih jadi andalan dan berkontribusi pada angka pertumbuhan yakni 7,9%. Karena apa? Ya kelihatan yang memulai di awal-awal adalah sektor ini," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Jokowi Kecewa dengan Menterinya)

Lanjut dia seluruh proyek infrastruktur yang ada baikdi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mulai proses lelang sejak 1 Januari 2016. Maka menurutnya tidak heran, apabila kontribusi sektor konstruksi cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi kuartal 1 2016.

"‎Di proyek infrastruktur baik di PU yang sejak tanggal 1 langsung gerak lelangnya. Lalu di Kementerian Perhubungan yang kemarin di Januari juga sudah mulai‎‎," imbuh dia.

Mantan orang nomor satu di DKI Jakarta ini tidak mau kejadian tersebut terulang kembali di periode berikutnya. Oleh sebab itu, dia menegaskan kepada seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk segera menyerap anggaran dan mengeluarkan belanja modal.

"‎Perlu saya ulang lagi di kuartal II agar belanja modal dan belanja barang itu betul-betul segera dikeluarkan serta dibelanjakan, direalisasikan semua K/L. Semua, baik di Polri, TNI, Kejagung, di BIN. Semuanya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inflasi 2,84% dan Ekonomi...
Inflasi 2,84% dan Ekonomi Tumbuh 5,1%, Jokowi: Segar Sekali
Jokowi Akui Pertumbuhan...
Jokowi Akui Pertumbuhan Ekonomi Akan Terkoreksi Tajam di Depan DPR
Jokowi Banggakan Papua,...
Jokowi Banggakan Papua, Pertumbuhan Ekonominya Tertinggi se-Indonesia
Kang Emil, Pak Jokowi...
Kang Emil, Pak Jokowi Mewanti-wanti Pertumbuhan Ekonomi
Jokowi Desak Kementerian...
Jokowi Desak Kementerian dan Pemda Pangkas Belanja Tak Prioritas
Jokowi Sebut Semua Negara...
Jokowi Sebut Semua Negara Berebut Mendapatkan Investasi
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
38 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved