Rupiah Berakhir Sulit Bergerak Naik, Yen Masih Tertekan
Rabu, 11 Mei 2016 - 16:59 WIB
Rupiah Berakhir Sulit Bergerak Naik, Yen Masih Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir mixed (variatif) dengan kecenderungan melemah saat USD masih perkasa melawan yen. Imbas sinyal Bank Of Japan (BOJ) akan melakukan intervensi pada pasar mata uang membuat yen mendapatkan tekanan.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir anjlok pada level Rp13.310/USD dengan kisaran harian Rp13.260-Rp13.320/USD. Posisi tersebut melemah 25 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.285/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.280/USD. Posisi ini terlihat masih menguat tipis dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.290/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini justru ditutup merosot ke level Rp13.309/USD dengan kisaran Rp13.252-Rp13.318/USD. Posisi itu tercatat tidak lebih baik jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.286/USD.
Di sisi lain kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah terparkir menguat pada level Rp13.271/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.333/USD.
Dilansir CNBC, Rabu (11/5/2016) Yen Jepang mendapatkan sedikit dorongan melawan USD, setelah melemah pada sesi sebelumnya. Yen terhadap USD berada pada level 108.78 dan cenderung menguat tipis dibandingkan pada sesi awal perdagangan hari ini diposisi 109 serta kemarin pada level 109.25.
Tekanan kepada Yen terjadi setelah Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengisyaratkan kemungkinan melakukan intervensi di pasar mata uang untuk menjinakkan kenaikan yen. "Sementara kita terkejut para pejabat tinggi Jepang berbicara soal mata uang pada level 108-109 dari 106-107, hal ini bisa menjadi langkah strategis untuk memberikan alasan menutup selah saat USD berjuang memperpanjang kerugian," ucap Manajer Direktur Strategi Valuta Asing BK Asset Management, Kathy Lien.
Sementara menurut Reuters, yen tergelincir 3% setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 18 bulan pada level 105.55. Indeks USD terhadap enam mata uang utama mengalami kenaikan ke level 94.124 tidak jauh berbeda dari posisi kemarin pada level 94.150. USD pulih 2,5% dari posisi terendah dalam 16 bulan. Euro pada perdagangan hari ini ada pada level 1.13820 terhadap USD, menjauhi posisi tertinggi sepanjang 2016 di level 1.16160 pekan lalu.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir anjlok pada level Rp13.310/USD dengan kisaran harian Rp13.260-Rp13.320/USD. Posisi tersebut melemah 25 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.285/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.280/USD. Posisi ini terlihat masih menguat tipis dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.290/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini justru ditutup merosot ke level Rp13.309/USD dengan kisaran Rp13.252-Rp13.318/USD. Posisi itu tercatat tidak lebih baik jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.286/USD.
Di sisi lain kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah terparkir menguat pada level Rp13.271/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.333/USD.
Dilansir CNBC, Rabu (11/5/2016) Yen Jepang mendapatkan sedikit dorongan melawan USD, setelah melemah pada sesi sebelumnya. Yen terhadap USD berada pada level 108.78 dan cenderung menguat tipis dibandingkan pada sesi awal perdagangan hari ini diposisi 109 serta kemarin pada level 109.25.
Tekanan kepada Yen terjadi setelah Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengisyaratkan kemungkinan melakukan intervensi di pasar mata uang untuk menjinakkan kenaikan yen. "Sementara kita terkejut para pejabat tinggi Jepang berbicara soal mata uang pada level 108-109 dari 106-107, hal ini bisa menjadi langkah strategis untuk memberikan alasan menutup selah saat USD berjuang memperpanjang kerugian," ucap Manajer Direktur Strategi Valuta Asing BK Asset Management, Kathy Lien.
Sementara menurut Reuters, yen tergelincir 3% setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 18 bulan pada level 105.55. Indeks USD terhadap enam mata uang utama mengalami kenaikan ke level 94.124 tidak jauh berbeda dari posisi kemarin pada level 94.150. USD pulih 2,5% dari posisi terendah dalam 16 bulan. Euro pada perdagangan hari ini ada pada level 1.13820 terhadap USD, menjauhi posisi tertinggi sepanjang 2016 di level 1.16160 pekan lalu.
(akr)