PLN Siap Kelola Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Kamis, 12 Mei 2016 - 13:28 WIB
PLN Siap Kelola Pembangkit...
PLN Siap Kelola Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
A A A
YOGYAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap jika diperintah untuk mengoperasionalkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Saat ini sumber daya manusia (SDM) sudah siap karena dipersiapkan sejak 20 tahun lalu, namun mereka masih menunggu keputusan pemerintah.

GM PT PLN Sumbangsel Ahsin Sidqi Akhi mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman mengelola energi nuklir sejak 1962. Saat itu, Presiden Soekarno mengambil kebijakan mengembangkan energi nuklir dengan membangun dua reactor nuklir, yakni di Yogyakarta dan Bandung.

"Dua reactor tersebut adalah Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) dan di Bandung yang berada di Institute Tehnologi Bandung (ITB)," ujarnya di sela-sela PLN Conference di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (12/5/2016).

Bahkan, kebijakan Presiden Soekarno terkait nuklir tersebut diteruskan oleh Presiden Soeharto. Di era orde baru, Presiden Soeharto kembali membangun reactor nuklir di Serpong Jawa Barat. Sampai saat ini ketiga reactor tersebut masih berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan efek samping.

Reactor nuklir Batan di Yogyakarta berada di pusat perekonomian wilayah ini. Hal tersebut menunjukkan Indonesia berpengalaman mengelola energi nuklir, karena sampai saat ini tidak timbul kejadian membahayakan.

Dia menuturkan, tidak sekadar mampu mengelola energi nuklir, Indonesia juga sudah mampu mengelola limbah radioaktif yang dihasilkan dari reactor nuklir tersebut. Karena itu, pemerintah seharusnya sudah meningkatkan taraf reactor nuklir tersebut untuk kepentingan yang lebih besar lagi, yaitu
membuat PLTN.

Berbagai kelebihan PLTN dibanding sumber energi lain akan membantu pemerintah dalam program penyediaan energy listrik 35.000 Megawatt (MW) dalam lima tahun ke depan. "Insinyur nuklir di Indonesia sudah berpengalaman mengelola reactor dan limbah nuklir. Selama ini tidak ada kebocoran membahayakan, sebetulnya Indonesia siap menerapkan PLTN," ujarnya.

Sidqi mengklaim, PLN sudah siap menyambut era nuklir untuk pembangkit listrik. Karena sebenarnya tenaga-tenaga ahli tentang nuklir telah direkrut PLN sejak 20 tahun silam. Setidaknya, ada 10 insinyur nuklir yang direkrut PLN dan kini sudah menduduki jajaran direksi.

PLN juga terus merekrut tenaga-tenaga ahli bidang nuklir, maka di sisi kemampuan, Indonesia tidak akan kekurangan SDM. Bahkan, sampai saat ini pasokan SDM terus bertambah karena perguruan tinggi memiliki fakultas jurusan tenaga nuklir. "Hanya tinggal menunggu keberanian pemerintah," ucapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ukraina Serukan Warga...
Ukraina Serukan Warga Dekat PLTN PLTN Zaporizhzhia Mengungsi
Segudang Asa Pengembangan...
Segudang Asa Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia
Uni Emirat Arab Kini...
Uni Emirat Arab Kini Memiliki PLTN Pertama di Timur Tengah
Pembangunan PLTN Masih...
Pembangunan PLTN Masih Tunggu Arahan Jokowi
Perkembangan PLTN Stagnan...
Perkembangan PLTN Stagnan dalam 10 Tahun Terakhir
Ukraina Tuding Rusia...
Ukraina Tuding Rusia Tahan Direktur PLTN Zaporizhzhia
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
42 menit yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
1 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
1 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
10 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
11 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
11 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved