Sering Byar-Pet Karena Indonesia Belum Punya Cadangan Listrik
Kamis, 12 Mei 2016 - 15:01 WIB
Sering Byar-Pet Karena Indonesia Belum Punya Cadangan Listrik
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) mengemukakan bahwa kebutuhan listrik di Indonesia sudah sangat mendesak. Pasokan listrik yang ada belum mengalir rata ke seluruh penjuru Indonesia. Sementara masyarakat banyak menanti untuk menikmati listrik.
Direktur Utama PLN Sofyan Basir bercerita soal keinginan masyarakat untuk menikmati listrik, dimana perseroan memasok listrik ke beberapa wilayah di Indonesia. Pasokan listrik sebesar 220 megawatt (MW) yang dialirkan di Manado habis dalam sekejap. Dan saat ini, wilayah tersebut kembali kekurangan pasokan listrik.
"Hanya butuh waktu 1,5 bulan habis sekarang. Minus lagi. Cadangan masih kecil sekali. Karena orang sudah mengantri bertahun-tahun untuk ditambah listrik," katanya saat berbincang dengan media di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (12/5/2016).
(Baca: Bos PLN Akui Proyek Listrik 35.000 MW Sulit Terealisasi)
Tak hanya itu, sambung mantan Bos BRI ini, Indonesia hingga kini juga belum memiliki cadangan listrik sehingga beberapa wilayah acapkali mengalami pemadaman bergilir alias byar-pet. Sementara negara seperti Jepang dan Amerika Serikat, cadangannya sudah mencapai 100% sehingga listrik mereka tidak pernah mengalami gangguan.
Meskipun Indonesia tidak akan sesumbar dan menginginkan agar cadangan listrik bisa seperti Jepang dan AS, sambung Sofyan, namun setidaknya pemerintah dan PLN berusaha untuk memenuhi elektrifikasi masyarakat dan mengejar cadangan sebesar 30%.
"Kita tidak sampai disitu (cadangan listrik 100%). Kita masih kejar ke 30%, kita masih kejar ke 780 kWh per kapita. Belum kita tingkatkan 1.000 kWh sesuai dengan pertumbuhan ekonomi, income per kapita. Belum kita naikkan ke 1.500 kWh. Kita masih memenuhi elektrifikasi rakyat yang belum dapat listrik," tandasnya.
Direktur Utama PLN Sofyan Basir bercerita soal keinginan masyarakat untuk menikmati listrik, dimana perseroan memasok listrik ke beberapa wilayah di Indonesia. Pasokan listrik sebesar 220 megawatt (MW) yang dialirkan di Manado habis dalam sekejap. Dan saat ini, wilayah tersebut kembali kekurangan pasokan listrik.
"Hanya butuh waktu 1,5 bulan habis sekarang. Minus lagi. Cadangan masih kecil sekali. Karena orang sudah mengantri bertahun-tahun untuk ditambah listrik," katanya saat berbincang dengan media di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (12/5/2016).
(Baca: Bos PLN Akui Proyek Listrik 35.000 MW Sulit Terealisasi)
Tak hanya itu, sambung mantan Bos BRI ini, Indonesia hingga kini juga belum memiliki cadangan listrik sehingga beberapa wilayah acapkali mengalami pemadaman bergilir alias byar-pet. Sementara negara seperti Jepang dan Amerika Serikat, cadangannya sudah mencapai 100% sehingga listrik mereka tidak pernah mengalami gangguan.
Meskipun Indonesia tidak akan sesumbar dan menginginkan agar cadangan listrik bisa seperti Jepang dan AS, sambung Sofyan, namun setidaknya pemerintah dan PLN berusaha untuk memenuhi elektrifikasi masyarakat dan mengejar cadangan sebesar 30%.
"Kita tidak sampai disitu (cadangan listrik 100%). Kita masih kejar ke 30%, kita masih kejar ke 780 kWh per kapita. Belum kita tingkatkan 1.000 kWh sesuai dengan pertumbuhan ekonomi, income per kapita. Belum kita naikkan ke 1.500 kWh. Kita masih memenuhi elektrifikasi rakyat yang belum dapat listrik," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :