Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I Bengkak Jadi USD4,7 M

Jum'at, 13 Mei 2016 - 13:42 WIB
Defisit Transaksi Berjalan...
Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I Bengkak Jadi USD4,7 M
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal I/2016 membengkak menjadi USD4,7 miliar secara year on year (YoY). Pada kuartal I/2015, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia sebesar USD4,1 juta.

‎Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistyowati menuturkan, defisit transaksi berjalan pada periode ini meningkat menjadi 2,14% dari produk domestik bruto (PDB).‎ Hal ini disebabkan karena neraca perdagangan nonmigas mengalami penurunan.

(Baca: Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal I Defisit USD287 Juta)

"Pada kuartal I/2015 neraca perdagangan nonmigas sebesar USD3,94 miliar sementara pada kuartal I/2016 turun jadi USD3,27 miliar," katanya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Dia menyebutkan, pada kuartal I/2016 neraca ekspor nonmigas hanya mencapai USD29,8 miliar sedangkan pada periode sama tahun sebelumnya mampu mencapai USD33,06 miliar. Sementara untuk impor, pada kuartal I/2015 sebesar USD29,12 miliar dan periode ini sebesar USD26,61 miliar.

"Ada penurunan ekspor, terutama karena batu bara dan CPO. Tapi impor juga turun jadi kita tertolong, ekspornya turun impornya juga turun," imbuh Hendy.

Kendati demikian, defisit neraca perdagangan migas juga mengalami penurunan dari USD1,‎3 miliar pada kuartal I/2015 menjadi USD807 juta pada kuartal I/2016. Ini disokong oleh defisit impor migas yang mengalami penurunan year on year dari USD5,6 miliar menjadi USD3,75 miliar. "Ekspor migas tapi mengalami penurunan dari USD4,38 miliar menjadi USD2,9 miliar," tandasnya.‎
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD3 Miliar
BI: Neraca Pembayaran...
BI: Neraca Pembayaran RI Minus 0,4 Miliar Dolar AS
BI: Neraca Pembayaran...
BI: Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan IV 2023 Surplus USD8,6 Miliar
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus Jadi Sinyal Stabilitas Ketahanan Eksternal Terjaga
Neraca Pembayaran Surplus...
Neraca Pembayaran Surplus USD4,7 Miliar di Kuartal IV/2022, Ini Penopangnya
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Catatkan Surplus USD5,9 Miliar di Kuartal III-2024
Berita Terkini
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
22 menit yang lalu
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
31 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
47 menit yang lalu
IHSG Berbalik Menguat...
IHSG Berbalik Menguat 0,69% ke 5.916 meski Sepi Transaksi
55 menit yang lalu
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Hadirkan PF-Lestari, Sistem Pemantauan Kehati Berbasis AI
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved