BI: Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan IV 2023 Surplus USD8,6 Miliar
Kamis, 22 Februari 2024 - 12:55 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2023 membaik sehingga menopang ketahanan eksternal Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2023 membaik sehingga menopang ketahanan eksternal Indonesia. NPI pada triwulan IV 2023 mencatat surplus USD8,6 miliar, meningkat signifikan dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya yang mencatat defisit USD1,5 miliar.
"Surplus NPI tersebut ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat serta defisit transaksi berjalan yang tetap rendah," ujar Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Kamis (22/2/2024).
Baca Juga: Mantap! Cadangan Devisa Meningkat Jadi USD146,4 Miliar di Desember 2023
Adapun transaksi berjalan mencatat defisit rendah didukung oleh perbaikan permintaan dan harga komoditas global di tengah peningkatan ekonomi domestik. Transaksi berjalan mencatat defisit USD1,3 miliar (0,4% dari PDB), sedikit meningkat dibandingkan dengan defisit USD1,0 miliar (0,3% dari PDB) pada triwulan sebelumnya.
"Kinerja transaksi berjalan yang terjaga tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan barang yang meningkat, didukung oleh kenaikan ekspor barang sejalan dengan perbaikan permintaan global dan harga komoditas," jelasnya.
"Surplus NPI tersebut ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat serta defisit transaksi berjalan yang tetap rendah," ujar Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Kamis (22/2/2024).
Baca Juga: Mantap! Cadangan Devisa Meningkat Jadi USD146,4 Miliar di Desember 2023
Adapun transaksi berjalan mencatat defisit rendah didukung oleh perbaikan permintaan dan harga komoditas global di tengah peningkatan ekonomi domestik. Transaksi berjalan mencatat defisit USD1,3 miliar (0,4% dari PDB), sedikit meningkat dibandingkan dengan defisit USD1,0 miliar (0,3% dari PDB) pada triwulan sebelumnya.
"Kinerja transaksi berjalan yang terjaga tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan barang yang meningkat, didukung oleh kenaikan ekspor barang sejalan dengan perbaikan permintaan global dan harga komoditas," jelasnya.
Lihat Juga :