Yen Menguat, Rupiah Dibuka Masih Betah di Level Rp13.300/USD

Senin, 16 Mei 2016 - 10:19 WIB
Yen Menguat, Rupiah...
Yen Menguat, Rupiah Dibuka Masih Betah di Level Rp13.300/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini dibuka ambruk atau masih betah di kisaran level Rp13.300/USD. Pelemahan rupiah ini di tengah menguatnya yen terhadap USD dan euro.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka melemah pagi ini pada level Rp13.328/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.311/USD.

Sementara posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance, di sesi pembukaan hari ini menunjukkan tetap melemah di level Rp13.335/USD dan pada pukul 10.04 WIB ke posisi Rp13.319/USD. Posisi pembukaan rupiah tercatat melemah dibanding sebelumnya Rp13.320/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah juga terpuruk ke posisi Rp13.358/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.316-Rp13.359/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah masih tertekan dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.325/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB rupiah berdasarkan Bloomberg berada di posisi Rp13.316/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB ada pada level Rp13.319/USD atau masih lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.325/USD.

Dilansir Reuters, Senin (16/5/2016) yen menguat terhadap USD setelah adanya berita ekonomi dari China yang mengecewakan. USD terhadap yen menyentuh level ternedah di level 108,46, mundur dari posisi tertinggi dua pekan yang berada di posisi 109,57.

Selain itu, mata uang euro juga melemah terhadap yen atau berada di level 122,625. Hal ini memperpanjang pullback dari posisi puncaknya pada Kamis lalu di level 124,65.

Dolar Australia, sering digunakan sebagai proxy untuk China, merosot ke posisi terendah dalam lebih dari dua bulan di level 0,7249 per USD. Sementara, Aussie juga melemah terhadap yen di level 78,58.

Greenback naiuk ke posisi tertinggi dalam dua pekan terhadap euro dan sterling. Euro terhadap USD berada di level 1,1316 dan Pound diperdagangkan pada level 1,4353.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
5 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
5 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
6 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
6 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved