TOWR Dapat Pinjaman Rp3 Triliun Akuisisi 2.500 Tower XL
Jum'at, 20 Mei 2016 - 22:17 WIB
TOWR Dapat Pinjaman Rp3 Triliun Akuisisi 2.500 Tower XL
A
A
A
JAKARTA - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dapat pinjaman dari perbankan sebesar Rp3 triliun untuk mengakuisisi 2.500 tower PT XL Axiata Tbk (EXCL). Namun, perusahaan tidak mau mengungkapkan lebih lanjut nama bank yang dimaksud.
Wakil Direktur Utama TOWR Adam Gifari mengatakan, perusahaan secara keseluruhan mengeluarkan dana sebanyak Rp3,57 triliun guna akuisisi. Sementara dari total itu, sebanyak Rp570 miliar berasal dari kas internal.
"Capex (belanja modal) terbesar kami untuk 2.500 tower XL Rp3,57 triliun. Sekarang sudah disiapakan, diperkirakan itu Rp3 triliun pinjaman perbankan di Jakarta, lalu sisanya Rp570 miliar dari kas internal," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/5/2016).
Adam menjelaskan, perusahaan tidak mengambil pinjaman lebih dari satu bank atau sindikasi untuk ekspansi tersebut. Selain itu, juga belum ada niat menerbitkan surat utang. "Tidak perlu sindikasi. Kami belum berpikir ke penerbitan obligasi tahun ini," kata dia.
Sementara, proses akuisisi menara milik XL ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Juni tahun ini. Dari 2.500 unit tersebut, di dalamnya terdapat 3.750 penyewa yang bisa meningkatkan pendapatan perusahaan.
"Kalau sudah terjadi di Juni baru bisa tambah tower lagi nih, kita fokus XL dulu. Rencana penambahan terbesar menara dari XL 2.500 unit dengan 3.750 penyewa di dalam menara yang kami beli," pungkas dia.
Wakil Direktur Utama TOWR Adam Gifari mengatakan, perusahaan secara keseluruhan mengeluarkan dana sebanyak Rp3,57 triliun guna akuisisi. Sementara dari total itu, sebanyak Rp570 miliar berasal dari kas internal.
"Capex (belanja modal) terbesar kami untuk 2.500 tower XL Rp3,57 triliun. Sekarang sudah disiapakan, diperkirakan itu Rp3 triliun pinjaman perbankan di Jakarta, lalu sisanya Rp570 miliar dari kas internal," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/5/2016).
Adam menjelaskan, perusahaan tidak mengambil pinjaman lebih dari satu bank atau sindikasi untuk ekspansi tersebut. Selain itu, juga belum ada niat menerbitkan surat utang. "Tidak perlu sindikasi. Kami belum berpikir ke penerbitan obligasi tahun ini," kata dia.
Sementara, proses akuisisi menara milik XL ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Juni tahun ini. Dari 2.500 unit tersebut, di dalamnya terdapat 3.750 penyewa yang bisa meningkatkan pendapatan perusahaan.
"Kalau sudah terjadi di Juni baru bisa tambah tower lagi nih, kita fokus XL dulu. Rencana penambahan terbesar menara dari XL 2.500 unit dengan 3.750 penyewa di dalam menara yang kami beli," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :