Purnawirawan AU Sebut Insiden Lion Air Akibat Mekanisme Kerja Tambal Sulam

Sabtu, 21 Mei 2016 - 14:39 WIB
Purnawirawan AU Sebut...
Purnawirawan AU Sebut Insiden Lion Air Akibat Mekanisme Kerja Tambal Sulam
A A A
JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Chappy Hakim menilai, pemerintah Indonesia selama ini kerap terbiasa berada pada mekanisme kerja tambal sulam dan tanpa rencana. Hal ini menanggapi insiden salah antar penumpang yang dilakukan dua maskapai penerbangan internasional yaitu Lion Air dan Air Asia.

Dia mengatakan, kasus yang melibatkan dua maskapai nasional tersebut memang terlihat sepele. Namun sejatinya ini merupakan permasalahan yang sangat serius dan pemecahannya harus dilihat secara komprehensif.

"‎Kasus Lion Air dan Air Asia, penerbangan internasional yang penumpangnya dibawa ke domestik. Kelihatan ini masalah sepele, dan penanganannya juga begitu saja supirnya dipecat. Padahal ini tidak bisa dilepaskan dengan kejadian sebelumnya, banyak kejadian di dunia penerbangan yang punya enyebab satu," katanya dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (21/5/2016).

Chappy mengisahkan, pada akhir 1990-an terjadi perubahan besar dalam pola permainan industri penerbangan di Tanah Air. Kala itu, orang lebih mudah membentuk sebuah maskapai, membeli bahkan menyewa pesawat terbang.

Bahkan, peristiwa 911 di Amerika Serikat (AS) turut menyumbangkan perubahan yang besar terhadap industri penerbangan di negeri ini. "Pada 2001 terjadi 911, dan kemudian banyak terjadi pesawat yang nggak bisa dioperasikan sehingga di pasar global bisa beli dan sewa pesawat murah. Itu semua berbarengan dengan terjadi di negeri ini, orang mudah buat maskapai," imbuh dia.

Akibatnya, sambung dia, secara logika terjadi pertumbuhan penumpang yang sangat besar. Tren penerbangan murah (low cost air carrier/LCC) pun semakin berkembang. Sayangnya, pertumbuhan tersebut hanya dilihat dari segi pertumbuhan ekonomi dan tidak diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur di bidang transportasi udara.

"Katakanlah, kita bisa dengan mudah mengembangkan perekonomian dalam konteks air transportation. Tapi tidak diiringi dengan antisipasi banyak pesawat, kita harus memiliki SDM di bidang air transportation. Kesenjangan yang terjadi dari pertumbuhan penumpang dan manajemen pengelolaan SDM dan infrastruktur penerbangan makin lama makin jauh," terangnya.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi di industri penerbangan Tanah Air akhir-akhir ini, seperti penundaan penerbangan (delay) hingga salah antar penumpang penerbangan internasional menjadi dampak dari manajemen pengelolaan SDM yang kurang baik tersebut.

"‎Pasar begitu tinggi sehingga orang menggenjot penumpang, jual tiket murah, pilotnya itu-itu juga, semua itu-itu juga. Jadi bisa dibayangkan, harusnya jalannya kaki kan kanan dan kiri. Tapi yang jalan hanya kanan doang. Kirinya enggak jalan‎," tandasnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Super Jet Resmi Beroperasi,...
Super Jet Resmi Beroperasi, Warga Net Pertanyakan THR Lion Air Selama Dua Tahun
Pesawat Lion Air Tergelincir
Pesawat Lion Air Tergelincir
3 Maskapai Milik Lion,...
3 Maskapai Milik Lion, Nomor 1 Rajanya Pelosok Tanah Air
3 Maskapai di Bawah...
3 Maskapai di Bawah Lion Air Group, Ini Daftarnya
Pelamar Kerja Lion Air...
Pelamar Kerja Lion Air Membeludak, Jalan Suryadarma Tangerang Macet Parah
Lion Air Investigasi...
Lion Air Investigasi Video Viral Paket yang Dilempar dari Pesawat
Berita Terkini
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
6 menit yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
16 menit yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
45 menit yang lalu
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
1 jam yang lalu
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved