Perkuat Pasokan Pakan Ikan, KKP Bangun Pabrik Mini di Banjarbaru

Rabu, 25 Mei 2016 - 10:58 WIB
Perkuat Pasokan Pakan...
Perkuat Pasokan Pakan Ikan, KKP Bangun Pabrik Mini di Banjarbaru
A A A
BANJARBARU - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP hari ini meresmikan pengoperasian pabrik pakan ikan mandiri berskala mini di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pabrik pakan ikan mini ini dibangun lantaran selama ini masyarakat kesulitan mendapatkan pakan ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menuturkan, selama ini salah satu masalah untuk budidaya ikan air tawar adalah pakan. Pasalnya, pakan membutuhkan biaya yang paling tinggi atau sekitar 70% sampai 80% dari biaya budidaya ikan.

"‎Bisa 70%-80% (cost) dari pakan. Kalau di daerah yang lebih dalam lagi, bukan karena harganya saja. Tapi ketersediaan pakan juga jadi tantangan. Sangat langka sekali," katanya di BPBAT Mandiangin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (25/5/2016).

Dia menilai, keberadaan pabrik pakan ikan mandiri ini menjadi sangat strategis di tengah kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pakan ikan. Pabrik ini sendiri memiliki kapasitas sekitar 200 kilogram (kg) per hari.

"‎Makanya kita bangun disini, sebagai tempat percontohan, pelatihan, sekaligus disini memproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat," imbuh dia.

Sementara itu Koordinator Laboratorium Pakan BPBAT Mandiangin Ahmad Rifai menyebutkan, bahan baku yang digunakan untuk produksi pakan ikan ini antara lain, teping ikan, dedak, gandum (polard), bungkil kelapa sawit, vitamin, dan mineral. "‎Kita juga menggunakan bio aktivator untuk membantu pencernaan pakan. Sebelum memasukkan bahan itu, kita formulasi dulu untuk menentukan berapa jumlah protein yang kita inginkan," tuturnya.

Pakan ikan yang diproduksi di pabrik‎ seluas 400 meter persegi (m2) ini dibagi menjadi dua, yaitu pakan tenggelam dengan kapasitas produksi sekitar 1 ton per hari dan pakan apung sekitar 400 kg. "Pakan ikan yang diproduksi disini bisa untuk ikan lele, patin, dan pakan induk ikan nila," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
32 menit yang lalu
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
48 menit yang lalu
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
1 jam yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
1 jam yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
2 jam yang lalu
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved