Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Senin, 06 Juli 2026 - 07:45 WIB
loading...
Secara fundamental dan teknikal, IHSG diprediksi masih berada pada fase konsolidasi dengan bias hati-hati. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak konsolidatif sepanjang pekan lalu 29 Juni 2026 - 3 Juli 2026 dan ditutup melemah tipis -0,35% ke level 5.875. Pergerakan indeks masih terbatas karena tekanan jual asing dan minimnya katalis positif baru.
"Dari sisi foreign flow, investor asing masih mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp2,9 triliun dalam sepekan. Angka ini menunjukkan sentimen investor asing terhadap pasar saham domestik masih cenderung berhati-hati," tegas Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah.
Tekanan juga datang dari data makro. PMI Manufaktur Indonesia bulan Juni turun ke level 46,9 yang menandakan aktivitas manufaktur kembali masuk fase kontraksi. Selain itu inflasi naik menjadi 3,34% YoY, sehingga pasar mencermati potensi dampaknya terhadap daya beli dan arah kebijakan suku bunga.
Baca Juga: Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Spesifik dari sisi global, terang Hari, pada sesi terakhir Wall Street sebelum libur Independence Day, pasar global bergerak mixed. Dow Jones menguat 1,1% dan mencetak rekor penutupan di 52.900,07, S&P 500 nyaris flat di 7.483,24, sementara Nasdaq Composite turun 0,8% ke 25.832,67 karena aksi jual berlanjut pada saham semikonduktor dan AI-related stocks.
"Dari sisi foreign flow, investor asing masih mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp2,9 triliun dalam sepekan. Angka ini menunjukkan sentimen investor asing terhadap pasar saham domestik masih cenderung berhati-hati," tegas Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah.
Tekanan juga datang dari data makro. PMI Manufaktur Indonesia bulan Juni turun ke level 46,9 yang menandakan aktivitas manufaktur kembali masuk fase kontraksi. Selain itu inflasi naik menjadi 3,34% YoY, sehingga pasar mencermati potensi dampaknya terhadap daya beli dan arah kebijakan suku bunga.
Baca Juga: Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Spesifik dari sisi global, terang Hari, pada sesi terakhir Wall Street sebelum libur Independence Day, pasar global bergerak mixed. Dow Jones menguat 1,1% dan mencetak rekor penutupan di 52.900,07, S&P 500 nyaris flat di 7.483,24, sementara Nasdaq Composite turun 0,8% ke 25.832,67 karena aksi jual berlanjut pada saham semikonduktor dan AI-related stocks.
Lihat Juga :