Menteri Rini Evaluasi PLN Tiap Dua Pekan Soal Proyek 35 Ribu MW
Rabu, 25 Mei 2016 - 16:24 WIB
Menteri Rini Evaluasi PLN Tiap Dua Pekan Soal Proyek 35 Ribu MW
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pihaknya selalu meminta evaluasi dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) selaku yang diamanatkan untuk membangun listrik 35 ribu MW. Sejauh ini, 17 ribu MW sudah ditandatangani.
Jumlah 17 ribu MW tersebut merupakan power plant yang dibangun privat sektor. Rini hari ini akan melihat lebih jauh posisi PLN di semua provinsi.
"Kita evaluasi, entah dua minggu sekali atau sebulan sekali, saya selalu tanyakan kepada direksi bagaimana progres dari 35 ribu MW. 17 ribu MW sudah tanda tangan yaitu power plant yang dibangun private sektor. Hari ini saya lihat posisi PLN di semua provinsi apakah cukup atau kurang," katanya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Rini menyadari bahwa membangun power plant membutuhkan waktu lama atau baru akan selesai 3-4 tahun ke depan. "Banyak PR sebetulnya karena banyak power plant yang dibangun delapan tahun terakhir masih banyak yang belum selesai," kata dia.
Selain itu, ada yang belum tersambungkan dengan transmisi, karena selain membangun listrik dengan kapasitas 35 ribu MW, juga harus bangun transmisi sebanyak 46 ribu kilometer (km).
"Jadi, jalurnya yang sangat panjang. Sumatera saja kita harus bangun lebih dari 5.000 km untuk disambungkan ke seluruh kabupaten/provinsi dengan baik. Jadi, ini pekerjaan besar, kami jaga terus agar ini bisa dilakukan dengan baik," pungkasnya.
Jumlah 17 ribu MW tersebut merupakan power plant yang dibangun privat sektor. Rini hari ini akan melihat lebih jauh posisi PLN di semua provinsi.
"Kita evaluasi, entah dua minggu sekali atau sebulan sekali, saya selalu tanyakan kepada direksi bagaimana progres dari 35 ribu MW. 17 ribu MW sudah tanda tangan yaitu power plant yang dibangun private sektor. Hari ini saya lihat posisi PLN di semua provinsi apakah cukup atau kurang," katanya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Rini menyadari bahwa membangun power plant membutuhkan waktu lama atau baru akan selesai 3-4 tahun ke depan. "Banyak PR sebetulnya karena banyak power plant yang dibangun delapan tahun terakhir masih banyak yang belum selesai," kata dia.
Selain itu, ada yang belum tersambungkan dengan transmisi, karena selain membangun listrik dengan kapasitas 35 ribu MW, juga harus bangun transmisi sebanyak 46 ribu kilometer (km).
"Jadi, jalurnya yang sangat panjang. Sumatera saja kita harus bangun lebih dari 5.000 km untuk disambungkan ke seluruh kabupaten/provinsi dengan baik. Jadi, ini pekerjaan besar, kami jaga terus agar ini bisa dilakukan dengan baik," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :