Bursa China Ambruk, IHSG Berakhir di Zona Hijau
Jum'at, 27 Mei 2016 - 16:34 WIB
Bursa China Ambruk, IHSG Berakhir di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir menguat untuk tren penguatan pada akhir pekan. IHSG sore hari ini ditutup menguat 30,17 poin atau 0,63% ke level 4.814,73 di tengah penguatan mayoritas bursa saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air bertambah 5,24 poin atau 0,11% ke level 4.789,80 dan pada sesi I IHSG menguat 7,96 poin atau 0,17% ke level 4.792,53. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup naik 11,59 poin atau 0,24% ke level 4.784,56.
Dilansir CNBC, Jumat (27/5/2016) mayoritas bursa Asia mencatatkan keuntungan dan berakhir menghijau, ketikapara pelaku pasar menunggu komentar Gubernur The Fed Janet Yellen untuk indikasi lebih lanjut mengenai kemungkinan menaikkan suku bunga acuannya (Fed rate) dalam waktu dekat.
Pimpinan The Fed tersebut dijadwalkan akan memberikan pidatonya pada akhir pekan di Universitas Harvard waktu setempat. Sebagian besar bursa saham Asia pada perdagangan hari ini terlihat menguat ketika Nikkei Jepang berakhir naik 62,38 poin atau 0,37% ke level 16.834,84.
Sebelum sesi pembukaan pasar saham, Biro Statistik Jepang merilis indeks harga konsumen (CPI) untuk April yang menunjukkan penurunan sebesar 0,3%. Angka ini lebih baik dibandingkan prediksi jejak pendapat yang dilakukan Reuters yakni diramal jatuh sebesar 0,4%.
Di tengah penurunan harga konsumen, namun bursa saham Jepang mampu berakhir mencetak keuntungan yang diyakini terdorong komentar Perdana Menteri Shinzo Abe yang sedang mempertingkan untuk menunda kenaikan pajak penjualan. Hal itu diyakini mampu meredam kekhawatiran bahwa kenaikan pajak bisa menekan pertumbuhan ekonomi.
Adapun indeks saham lainnya yang menguat yakni Hang Seng bertambah 179,66 poin atau 0,88% ke posisi 20.576,77 diikuti kenaikan Straits Times sebesar 28.97 poin atau 1,04% ke level 2.802,28. Sementara itu di tengah kejayaan pasar saham Asia, indeks Shanghai justru ambruk ke zona merah yang turun 1,40 poin ke level 2.821,05.
Di selat seberang Korea, indeks Kospi juga mencatatkan hasil positif menanjak 0,62% ditambah bursa saham Australia menguat 17,80 poin ke level 5.469,70. Di sisi lain sektor saham dalam negeri mayoritas menguat dipimpin industri dasar yang mencetak kenaikan tertinggi 1,38% dan sektor dengan pelemahan terdalam yakni infrastruktur turun 0,19%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,35 triliun dengan 4,00 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp362,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,64 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,00 triliun. Tercatat 194 saham menguat, 117 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.325 menjadi Rp71.325, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp150 menjadi Rp6.700 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah Rp80 menjadi Rp4.630.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berkurang Rp500 menjadi Rp38.500, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun Rp50 menjadi Rp7.900 serta PT Jakarta International Hotels Development Tbk (JIHD) menyusut Rp40 menjadi Rp520.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air bertambah 5,24 poin atau 0,11% ke level 4.789,80 dan pada sesi I IHSG menguat 7,96 poin atau 0,17% ke level 4.792,53. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup naik 11,59 poin atau 0,24% ke level 4.784,56.
Dilansir CNBC, Jumat (27/5/2016) mayoritas bursa Asia mencatatkan keuntungan dan berakhir menghijau, ketikapara pelaku pasar menunggu komentar Gubernur The Fed Janet Yellen untuk indikasi lebih lanjut mengenai kemungkinan menaikkan suku bunga acuannya (Fed rate) dalam waktu dekat.
Pimpinan The Fed tersebut dijadwalkan akan memberikan pidatonya pada akhir pekan di Universitas Harvard waktu setempat. Sebagian besar bursa saham Asia pada perdagangan hari ini terlihat menguat ketika Nikkei Jepang berakhir naik 62,38 poin atau 0,37% ke level 16.834,84.
Sebelum sesi pembukaan pasar saham, Biro Statistik Jepang merilis indeks harga konsumen (CPI) untuk April yang menunjukkan penurunan sebesar 0,3%. Angka ini lebih baik dibandingkan prediksi jejak pendapat yang dilakukan Reuters yakni diramal jatuh sebesar 0,4%.
Di tengah penurunan harga konsumen, namun bursa saham Jepang mampu berakhir mencetak keuntungan yang diyakini terdorong komentar Perdana Menteri Shinzo Abe yang sedang mempertingkan untuk menunda kenaikan pajak penjualan. Hal itu diyakini mampu meredam kekhawatiran bahwa kenaikan pajak bisa menekan pertumbuhan ekonomi.
Adapun indeks saham lainnya yang menguat yakni Hang Seng bertambah 179,66 poin atau 0,88% ke posisi 20.576,77 diikuti kenaikan Straits Times sebesar 28.97 poin atau 1,04% ke level 2.802,28. Sementara itu di tengah kejayaan pasar saham Asia, indeks Shanghai justru ambruk ke zona merah yang turun 1,40 poin ke level 2.821,05.
Di selat seberang Korea, indeks Kospi juga mencatatkan hasil positif menanjak 0,62% ditambah bursa saham Australia menguat 17,80 poin ke level 5.469,70. Di sisi lain sektor saham dalam negeri mayoritas menguat dipimpin industri dasar yang mencetak kenaikan tertinggi 1,38% dan sektor dengan pelemahan terdalam yakni infrastruktur turun 0,19%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,35 triliun dengan 4,00 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp362,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,64 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,00 triliun. Tercatat 194 saham menguat, 117 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.325 menjadi Rp71.325, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp150 menjadi Rp6.700 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah Rp80 menjadi Rp4.630.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berkurang Rp500 menjadi Rp38.500, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun Rp50 menjadi Rp7.900 serta PT Jakarta International Hotels Development Tbk (JIHD) menyusut Rp40 menjadi Rp520.
(akr)
Lihat Juga :