Rupiah Ditutup Makin Terperosok di Tengah Penguatan USD

Senin, 30 Mei 2016 - 17:02 WIB
Rupiah Ditutup Makin...
Rupiah Ditutup Makin Terperosok di Tengah Penguatan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan ini ditutup masih terperosok pada saat USD semakin perkasa terhadap beberapa mata uang dunia.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.640/USD dengan kisaran harian Rp13.580-Rp13.645/USD. Posisi tersebut anjlok 76 poin dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.564/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.640/USD dengan kisaran Rp13.578-Rp13.653/USD. Posisi itu tercatat semakin melemah jika dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp13.587/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.642/USD jauh memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.564/USD, atau melemah 78 poin.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.641/USD. Posisi ini tercatat semakin memburuk dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.575/USD.

Dilansir Reuters, Senin (30/5/2016), USD mencapai puncak dua bulan terhadap beberapa mata uang dan tertinggi terhadap yen dalam satu bulan. Penguatan ini setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen komentar terkait harapan untuk kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Perkembangan politik di Tokyo juga mendukung USD terhadap yen. Di mana, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa dia akan menunda kenaikan pajak penjualan yang dijadwalkan pada April oleh dua setengah tahun, kata seorang pejabat senior partai yang berkuasa hari ini.

Jepang juga terlihat menyusun anggaran tambahan untuk meningkatkan sputtering pertumbuhan perekonomian, sebuah langkah yang secara luas diperkirakan akan diikuti oleh pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Bank of Japan.

USD terhadap yen naik ke level 111,00 untuk pertama kalinya sejak akhir April yang sempat mencapai posisi 111,39 pada awal perdagangan Eropa, naik hampir 1% pada hari itu. Untuk bulan ini, USD berada di trek terbaik sejak 2014 terhadap yen.

Terhadap beberapa mata uang dunia, USD terlihat naik 0,35% di posisi 95,879. Sementara, euro masih berjuang untuk menghindari dari posisi terendahnya dalam 2,5 bulan tertinggi di level 1,1097.

Yellen pada Jumat kemarin mengatakan bahwa akan menyesuaikan kenaikan tarif dalam beberapa bulan ke depan, jika perekonomian dan pasar tenaga kerja terus membaik.

"Komentar Yellen ini telah mengangkat kemungkinan untuk kenaikan suku bunga pada Juni atau Juli dan mendukung dolar," kata Niels Christensen, ahli strategi FX di Nordea.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
2 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
2 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
2 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved