USD Perkasa, Rupiah Akhir Bulan Dibuka Menguat Tipis

Selasa, 31 Mei 2016 - 10:11 WIB
USD Perkasa, Rupiah...
USD Perkasa, Rupiah Akhir Bulan Dibuka Menguat Tipis
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir bulan ini dibuka sedikit membaik meski masih di level Rp13.600/USD. Penguatan rupiah ini di tengah menguatnya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka menguat pagi ini pada level Rp13.615/USD. Posisi ini tercatat membaik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.641/USD.

Sementara, posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance, di sesi pembukaan hari ini menguat di level Rp13.633/USD dan pada pukul 10.04 WIB semakin menguat ke Rp13.605/USD. Posisi pembukaan rupiah tercatat menguat dibanding sebelumnya di level Rp13.640/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka juga membaik di posisi Rp13.630/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.593-Rp13.634/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah masih tertekan dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.640/USD. Bahkan, pada pukul 10.04 WIB rupiah berdasarkan Bloomberg berada di posisi Rp13.603/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.04 WIB ada pada level Rp13.607/USD atau lebih bnaik dibanding penutupan kemarin di level Rp13.642/USD.

Dilansir Reuters, Selasa (31/5/2016), USD semakin menguat mendekati level tertinggi dalam dua bulan terhadap beberapa mata uang dunia, berkat ekspektasi pertumbuhan kenaikan suku bunga AS yang akan segera terjadi. Sementara, yen melambung setelah data produksi industri Jepang.

Indeks USD terhadap enam mata uang dunia setinggi 95,968 setelah melompat 4,4% dari posisi tertinggi dalam 15 bulan di level 91,919. Penguatan USD ini terpengaruh komentar Ketua Federal Reserve Janet Yellen pad Jumat kemarin yang mengatakan bawha kenaikan suku bunga akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, jika perekonomian dan pasar tenaga kerja terus membaik.

Euro terhadap USD tergelincir ke level 1,1097, terendah sejak pertengahan Maret, meski telah berhasil bangkit kembali dari tingakt itu. Sementara, hal terakhir berdiri di level 1,1148.

Di sisi lain, USD juga tercatat menguat terhadap yen dalam satu bulan di level 111,455. Namun, pada awal perdagangan Asia hari ini USD terhadap yen merosot ke level 110,80 setelah Jepang melaporkan data produksi industri yang lebih baik dari perkiraan.

"USD terhadap yen bisa naik di atas 112, jika The Fed menaikkan suku bunga bulan depan. Tapi saya ragu itu bisa mencapai level tersebut pada faktor Jepang," kata Ayako Sera, strategi pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
2 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
2 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
2 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved