Karyawan BHP Billiton Khawatir PHK

Selasa, 31 Mei 2016 - 20:54 WIB
Karyawan BHP Billiton...
Karyawan BHP Billiton Khawatir PHK
A A A
JAKARTA - Kabar pelepasan saham (divestasi) BHP Billiton di PT Indomet Coal (IMC) menimbulkan keresahan karyawan. Pekerja di perusahaan tambang asal Australia itu khawatir mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Diketahui, BHP Billiton menguasai 76% saham IMC, sisanya dimiliki PT Adaro Energy Tbk. PT IMC memegang tujuh konsesi PKP2B proyek batu bara di Kalimantan, yakni PT Lahai Coal, PT Ratah Coal, PT Juloi Coal, PT Pari Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Kalteng Coal dan PT Maruwai Coal.

Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P3HI) Kementerian Tenaga Kerja, Sahat Sinurat meminta BHP Billiton memperhatikan faktor tenaga kerja. Dia berharap ada forum komunikasi intensif antara perusahaan dan karyawan. Karyawan berhak tahu tentang rencana perusahaan, termasuk rencana divestasi saham.

“Walaupun bukan merupakan hak dari pekerja dan bukan domain pekerja, tetapi kalau sudah merasa menjadi mitra antara pengusaha dan pekerja, secara etika moral sebenarnya hal–hal tentang perubahan kepemilikan itu dapat diinformasikan kepada pekerja karena menyangkut dengan proses berjalannya usaha mereka,” jelas Sahat di Jakarta, Selasa (31/5/2016).

Dia berharap rencana divestasi BHP Billiton tidak akan berdampak PHK karyawan. Apabila terjadi pergantian kepemilikan dan ada proses lay off, maka kewajiban karyawan harus diselesaikan sesuai regulasi ketenagakerjaan. Saat ini, sektor ketenagakerjaan mengacu kepada UU Ketenagakerjaan No 3 Tahun 2003 Pasal 163 ayat (1) dan (2) yang mengatur soal pesangon dan kewajiban perusahaan.

Secara terpisah, pengamat ketenagakerjaan Timbul Siregar mengatakan, keresahan yang muncul di kalangan karyawan BHP Billiton akibat tidak adanya transparansi rencana perusahaan ke depan yang akan berpengaruh terhadap operasional perusahaan.

Dalam skala yang lebih tinggi, hal tersebut dapat menimbulkan demonstrasi bahkan pemogokan karyawan. Bahkan, di lokasi proyek bukan tidak mungkin akan terjadi blokade alat-alat berat yang akan sangat mengganggu operasional perusahaan.

“Pasti dong, artinya pekerja juga merupakan hal yang wajar untuk menanyakan nasibnya seperti itu. Kalau nasibnya belum jelas juga artinya kan kontra produktif," ujar Timbul.

Selain itu, rencana divestasi BHP Billiton meresahkan ratusan vendor lokal pada proyek PT Indomet Coal (IMC) di Kalimantan Tengah. Saat ini, terdapat sekitar 500 kontraktor di tujuh proyek PT IMC. Ratusan kontraktor dalam proyek tersebut khawatir peralihan saham akan mengancam keberlangsungan pekerjaan mereka di proyek PT IMC.

Manajemen BHP Billiton Indonesia sendiri sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (24/5/2016) lalu. BHP Billiton dan Kementerian ESDM berdalih pertemuan tersebut hanya sebatas membahas evaluasi dan rencana strategis BHP Billiton di Indonesia, belum menyentuh persoalan divestasi saham.

"Hanya laporan biasa. Masih bahas strategic review, belum sampai ke arah itu (divestasi saham)," kata Presiden Direktur BHP Billiton Indonesia, Imelda Adhisaputra.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gandeng Babel, Kemenkumham...
Gandeng Babel, Kemenkumham DKI Tingkatkan Layanan BHP
Lantik Pejabat BHP Makassar,...
Lantik Pejabat BHP Makassar, Kakanwil Kemenkumham Minta Perkuat Sinergi
Apresiasi Menkominfo,...
Apresiasi Menkominfo, Apjatel Harapkan Kelonggaran Jatuh Tempo BHP dan USO
Catat! Sekarang WNI...
Catat! Sekarang WNI Bisa Urus Surat Keterangan Hak Waris ke BHP
Billiton Spice Gandeng...
Billiton Spice Gandeng Manna dan Duo Destination Ekspor Lada ke Jiran
Pelecehan Seksual Jadi...
Pelecehan Seksual Jadi Catatan Kelam Pertambangan Australia, BHP Pecat 48 Pekerja
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
24 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
32 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
49 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved