Euro Tak Berdaya, Rupiah Akhir Pekan Dibuka Berjaya

Jum'at, 03 Juni 2016 - 10:05 WIB
Euro Tak Berdaya, Rupiah...
Euro Tak Berdaya, Rupiah Akhir Pekan Dibuka Berjaya
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat, bahkan hampir meninggalkan level Rp16.600/USD. Pelemahan rupiah ini di tengah enjloknya euro terhadap yen dan USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka di level Rp13.618/USD dengan kisaran Rp13.600-Rp13.620/USD atau membaik dibanding penutupan kemarin di level Rp13.645/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak semakin menguat di posisi Rp13.645/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka semakin terkapar ke level Rp13.612/USD. Posisi ini tercatat semakin berjaya dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.695/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka juga membaik di posisi Rp13.631/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.574-Rp13.633/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah mulai menguat dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.643/USD. Dan pada pukul 10.00 WIB semakin menguat ke level Rp13.597/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB ada pada level Rp13.615/USD atau semakin berjaya dibanding penutupan kemarin di level Rp13.647/USD.

Dilansir Reuters, Jumat (3/6/2016), euro melemah cukup dalam bahkan mendekati level terendah dalam tiga tahun terhadap yen dan USD. Euro terhadap yen berada di level 121,40 mendekati posisi terendah di level 121,065 sejak April 2013.

Sementara, euro terhadap USD melempem ke level 1,1221 atau mendekati level terendah di posisi 1,1150.
"Euro berada di bawah tekanan downside terutama karena peserta mengharapkan ECB untuk membuat revisi ke atas yang lebih besar untuk perkiraan inflasi jangka panjang mereka, terutama setelah harga minyak mentah rebound," kata Elias Haddad, FX strategist Commonwealth Bank.

ECB memproyeksikan inflasi 2016 hanya 0,2%, atau masih jauh di bawah target yang hampir 2,0%. Bank mempertahankan suku tidak berubah, jauh di dalam wilayah negatif, dan Presiden ECB Mario Draghi memperingatkan risiko terhadap prospek pertumbuhan kawasan euro ke sisi negatifnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved