Euro Makin Melemah, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Semringah
Jum'at, 03 Juni 2016 - 16:45 WIB
Euro Makin Melemah, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Semringah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini akhirnya ditutup membaik atau berada di zona hijau, bahkan meninggalkan level Rp13.600/USD. Penguatan rupiah sore ini di tengah semakin melemahnya euro terhadap yen.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.575/USD dengan kisaran harian Rp13.575-Rp13.620/USD. Posisi penutupan hari ini menguat 70 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.645/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.595/USD dengan kisaran Rp13.571-Rp13.633/USD. Posisi itu tercatat menguat jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.643/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.580/USD atau menguat 67 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.647/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.612/USD. Posisi ini tercatat semakin berjaya dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.695/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (3/6/2016), euro diperdagangkan mendekati level terendah dalam tiga tahun terhadap yen, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) gagal mengangkat prakiraan jangka panjang, meningkatkan prospek pelonggaran moneter lebih banyak lagi.
Euro terhadap yen jatuh ke level 121,065 setelah ECB konferensi pers, terlemah sejak April 2013. Dimana, Nilai euro tersebut hanya di atas dari posisi terendahnya di posisi 108,73 atau turun 0,1%.
Selain itu, USD juga melemah terhadap sebagian besar mata uang, dengan investor berhati-hati menjelang data laporan non-farm payrolls AS karena bisa memengaruhi keputusan Federal Reserve terkait suku bunga.
Greenback mencapai level terendah dua pekan dari yen 108,50, tapi mendatar terhadap euro di posisi 1,11535. Yen juga naik pada skeptisisme bahwa Bank of Japan akan bertindak atas peringatan bahwa langkah untuk melemahkan mata uang jika itu menjadi terlalu kuat.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.575/USD dengan kisaran harian Rp13.575-Rp13.620/USD. Posisi penutupan hari ini menguat 70 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.645/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.595/USD dengan kisaran Rp13.571-Rp13.633/USD. Posisi itu tercatat menguat jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.643/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.580/USD atau menguat 67 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.647/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.612/USD. Posisi ini tercatat semakin berjaya dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.695/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (3/6/2016), euro diperdagangkan mendekati level terendah dalam tiga tahun terhadap yen, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) gagal mengangkat prakiraan jangka panjang, meningkatkan prospek pelonggaran moneter lebih banyak lagi.
Euro terhadap yen jatuh ke level 121,065 setelah ECB konferensi pers, terlemah sejak April 2013. Dimana, Nilai euro tersebut hanya di atas dari posisi terendahnya di posisi 108,73 atau turun 0,1%.
Selain itu, USD juga melemah terhadap sebagian besar mata uang, dengan investor berhati-hati menjelang data laporan non-farm payrolls AS karena bisa memengaruhi keputusan Federal Reserve terkait suku bunga.
Greenback mencapai level terendah dua pekan dari yen 108,50, tapi mendatar terhadap euro di posisi 1,11535. Yen juga naik pada skeptisisme bahwa Bank of Japan akan bertindak atas peringatan bahwa langkah untuk melemahkan mata uang jika itu menjadi terlalu kuat.
(izz)