Harga Minyak Turun Tipis Akibat Serangan di Nigeria

Selasa, 07 Juni 2016 - 10:11 WIB
Harga Minyak Turun Tipis...
Harga Minyak Turun Tipis Akibat Serangan di Nigeria
A A A
TOKYO - Harga minyak Brent beringsut lebih rendah pada Selasa ini, disebabkan serangan terhadap infrastruktur minyak di Nigeria dan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Tapi ada momentum untuk menguat kembali.

Melansir Reuters, di London, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 13 sen ke USD50,42 per barel pada 01.48 GMT, setelah menetap sampai 91 sen pada hari Senin. Brent menyentuh level tinggi USD50,83 pada sesi sebelumnya, tertinggi sejak 4 November 2015.

Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Juli turun 7 sen menjadi USD49,62 per barel, setelah menetap sampai USD1,07 pada hari Senin.

"Munyak sempat pada momentum ke atas dimana Brent di atas USD50 dan restrat kilang Perancis namun ditutup pada pemogokan dan serangan pipa di Nigeria," kata Kaname Gokon, broker di Okato Shoji Tokyo seperti dilansir Reuters, Selasa (7/6/2016).

Pekerjaan pendahuluan untuk memulai kembali tiga dari kilang minyak Perancis, Total, pada Senin kemarin tiba-tiba terhenti akibat pemogokan nasional terhadap perubahan rencana undang-undang ketenagakerjaan. Pekerja masih mogok di dua pelabuhan minyak utama negeri Napoleon itu.

Adapun produksi minyak mentah Nigeria, Bonny Light turun oleh sekitar 170.000 barel per hari (bph) menyusul serangan baru pada infrastruktur pipa, menurut sumber industri yang dekat dengan masalah tersebut.

Total produksi minyak mentah telah jatuh lebih dari 500.000 bph di sebuah negara yang dulunya produsen minyak terbesar Afrika.

Minyak menelusuri keuntungan karena dolar turun akibat data mengecewakan pertumbuhan tenaga kerja AS pada bulan Mei kemarin. Namun para pedagang minyak tetap waspada karena setiap keuntungan jangka dekat dengan greenback (dolar AS) akan membuatnya lebih mahal bagi mereka yang memegang mata uang lainnya untuk membeli minyak mentah dalam mata uang dolar.

Ketua The Fed, Janet Yellen mengatakan masih mengharapkan kenaikan suku bunga secara bertahap pada tahun ini. Dan dolar bisa reli di hari mendatang jika spekulasi kenaikan suku bunga benar-benar terjadi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
15 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
36 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
58 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved