Gelar Raker di Kemenkeu, Jokowi Minta K/L Solid dan Gesit
Selasa, 07 Juni 2016 - 11:46 WIB
Gelar Raker di Kemenkeu, Jokowi Minta K/L Solid dan Gesit
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini membuka rapat kerja (raker) dengan para pejabat eselon II kementerian dan lembaga (K/L). Dalam rapat tersebut, Jokowi meminta gerak langkah semua kementerian dan lembaga harus solid.
Langkah solid tersebut harus dimulai dari menteri, kepala lembaga, jajaran di bawahnya meliputi eselon I, II dan seterusnya sampai ke daerah. "Saya ingin kembali menegaskan kepada eselon I, II juga sama, menegaskan bahwa gerak langkah kita semuanya harus padu, satu, solid, satu garis dari atas sampai ke bawah," kata Jokowi di ‎Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Kedua, Jokowi menekankan kepada seluruh jajaran kabinetnya untuk berlari cepat. Karena, perubahan global saat ini sangat cepat meliputi berbagai hal. "Saya kira sudah tahu semuanya, setiap hari berubah setiap menit berubah setiap detik berubah. Perubahan seperti itu harus kita antisipasi juga," ujar dia.
Menurutnya, dengan kecepatan dalam bekerja, lincah dalam bekerja, berlari cepat, akan menjadi ujung tombak pelaksanaan implementasi seluruh kebijakan yang sudah dibuat dapat dilaksanakan dengan baik.
"Kalau yang menggerakkan ini benar, yang berkumpul di sini ingin menggerakkan dengan benar, kecepatan itu pasti ada. Tapi kalau yang menggerakkan belum berubah masih dengan cara-cara lama, tradisi-tradisi lama maka akan sulit kita mengubah negara ini," tutupnya.
Langkah solid tersebut harus dimulai dari menteri, kepala lembaga, jajaran di bawahnya meliputi eselon I, II dan seterusnya sampai ke daerah. "Saya ingin kembali menegaskan kepada eselon I, II juga sama, menegaskan bahwa gerak langkah kita semuanya harus padu, satu, solid, satu garis dari atas sampai ke bawah," kata Jokowi di ‎Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Kedua, Jokowi menekankan kepada seluruh jajaran kabinetnya untuk berlari cepat. Karena, perubahan global saat ini sangat cepat meliputi berbagai hal. "Saya kira sudah tahu semuanya, setiap hari berubah setiap menit berubah setiap detik berubah. Perubahan seperti itu harus kita antisipasi juga," ujar dia.
Menurutnya, dengan kecepatan dalam bekerja, lincah dalam bekerja, berlari cepat, akan menjadi ujung tombak pelaksanaan implementasi seluruh kebijakan yang sudah dibuat dapat dilaksanakan dengan baik.
"Kalau yang menggerakkan ini benar, yang berkumpul di sini ingin menggerakkan dengan benar, kecepatan itu pasti ada. Tapi kalau yang menggerakkan belum berubah masih dengan cara-cara lama, tradisi-tradisi lama maka akan sulit kita mengubah negara ini," tutupnya.
(izz)
Lihat Juga :