Soal Lapor Data Kartu Kredit, RI Tertinggal 25 Tahun dari Korsel

Selasa, 07 Juni 2016 - 19:39 WIB
Soal Lapor Data Kartu...
Soal Lapor Data Kartu Kredit, RI Tertinggal 25 Tahun dari Korsel
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan menerangkan soal pelaporan data kartu kredit, Indonesia sebenarnya tertinggal jauh dari Korea Selatan (Korsel). Jika Negeri Ginseng -julukan Korsel- sudah melakukan pembukaan data kartu kredit nasabah sejak 25 tahun lalu, maka Indonesia baru mulai berlaku tahun ini.

(Baca Juga: Intip Kartu Kredit, Ditjen Pajak Jamin Keamanan Data Nasabah)

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menambahkan, Indonesia seharusnya mencontoh dari negara-negara maju yang masyarakatnya merasa tenang saat data mereka digunakan untuk kepentingan negara.

‎"Pelaporan data kartu kredit terhadap perpajakan bukan hanya di Indonesia saja. Kita baru tahun ini mulai. Di Korea Selatan, sudah ada dari 25 tahun lalu. Jadi kita betul-betul ketinggalan," kata dia di Jakarta, Selasa (7/6/2016).

(Baca Juga: Baru 3 Bank Laporkan Data Lengkap Kartu Kredit)

Lanjut dia bahkan di negara lain, pembukaan data tabungan dan deposito menjadi hal yang lumrah untuk disampaikan ke pajak dan masyarakatnya tidak merasa ada masalah. Hal ini berbeda dengan situasi di dalam negeri, dimana justru malah masyarakat Indonesia merasa ketakutan.

"Menurut kami kekhawatiran ini agak sedikit berlebihan. Kita berani jamin, dalam jangka panjang tidak akan ada pengurangan penggunaan kartu kredit," katanya.

Terlebih lagi menurutnya pada 2018 nanti, Indonesia akan memasuki era keterbukaan perbankan yang memudahkan data-data keuangan pasti akan terbuka dengan luas dan bahkan akan bertukar ke negara lain.

"Kita tentunya tidak akan jadi negara tetinggal yang tidak mau lakukan itu. Jadi data-data keuangan itu akan terbuka pasti. Penyampaian data-data tersebut akan jadi lazim," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wajib Pajak Diminta...
Wajib Pajak Diminta Dapat Fasilitas Lebih Baik dari Pengguna Kartu Kredit
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Ini 5 Cara Bijak Gunakan...
Ini 5 Cara Bijak Gunakan Kartu Kredit, Banyak Manfaatnya
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Berita Terkini
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
12 menit yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
19 menit yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
43 menit yang lalu
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
1 jam yang lalu
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
1 jam yang lalu
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
1 jam yang lalu
Infografis
Petinju Terbaik 2024...
Petinju Terbaik 2024 yang Berusia 25 Tahun ke Bawah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved