Pendanaan Tuntas, BPI Segera Bangun Konstruksi PLTU Batang
Kamis, 09 Juni 2016 - 18:34 WIB
Pendanaan Tuntas, BPI Segera Bangun Konstruksi PLTU Batang
A
A
A
SEMARANG - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) akan segera memulai proses konstruksi utama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, setelah mencapai kesepakatan pembiayaan (financing agreement) dengan para kreditur untuk proyek berkapasitas 2 x 1.000 MW. Presiden Direktur BPI, Mohammad Effendi menjelaskan, dengan tuntasnya proses pembiayaan, maka akan segera memulai proses konstruksi.
“Apalagi sejak awal dukungan pemerintah pusat, provinsi Jawa Tengah maupun kabupaten Batang, serta pemangku kepentingan lainnya dan masyarakat terhadap proyek ini sangat besar,” terangnya, Kamis (9/6/2016).
(Baca Juga: Mangkrak 4 Tahun, Pendanaan PLTU Terbesar se-Asia Akhirnya Cair)
Total investasi proyek PLTU Batang ini mencapai USD4,2 milliar dengan total pendanaan yang diterima dari kreditur senilai USD3,4 milliar berasal dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) dan sindikasi bank yang terdiri dari 9 bank komersial. Sebelumnya, pada 30 April telah dilakukan serah terima site (site handover) kepada EPC kontraktor yang ditunjuk sehingga berbagai persiapan konstruksi dapat dilakukan.
Lebih jauh lagi, Effendi menjelaskan, bahwa penyelesaian proses pembiayaan ini membuktikan tingginya kepercayaan dari para kreditur untuk berinvestasi di Indonesia dalam hal ini pada proyek PLTU Jawa Tengah 2x1.000 MW.
(Baca Juga: Jokowi Minta Pengoperasian PLTU Batang Tak Molor)
Sementara Public & Media Relation PT BPI Ayu Windiyaningrum menambahkan, PLTU Batang nantinya akan menggunakan teknologi terkini ultra-supercritical (USC) yang ramah lingkungan dengan kondisi uap Ultra-super kritikal (USC) dan sistem pengolahan gas buang yang dapat meminimalkan gas emisi sehingga ramah lingkungan.
Diterangkan kondisi uap USC memberikan efisiensi panas yang lebih tinggi daripada kondisi uap konvensional seperti sub kritikal dan super kritikal. Efisiensi panas yang lebih tinggi berarti konsumsi batubara yang lebih rendah dan juga menghasilkan emisi yang lebih rendah.
“Kami berharap pembangunan PLTU ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat beroperasi sesuai target yaitu hingga 48 bulan. Dengan beroperasinya PLTU ini akan mendukung pasokan energi nasional, sehingga diharapkan mendorong pertumbuhan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.
“Apalagi sejak awal dukungan pemerintah pusat, provinsi Jawa Tengah maupun kabupaten Batang, serta pemangku kepentingan lainnya dan masyarakat terhadap proyek ini sangat besar,” terangnya, Kamis (9/6/2016).
(Baca Juga: Mangkrak 4 Tahun, Pendanaan PLTU Terbesar se-Asia Akhirnya Cair)
Total investasi proyek PLTU Batang ini mencapai USD4,2 milliar dengan total pendanaan yang diterima dari kreditur senilai USD3,4 milliar berasal dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) dan sindikasi bank yang terdiri dari 9 bank komersial. Sebelumnya, pada 30 April telah dilakukan serah terima site (site handover) kepada EPC kontraktor yang ditunjuk sehingga berbagai persiapan konstruksi dapat dilakukan.
Lebih jauh lagi, Effendi menjelaskan, bahwa penyelesaian proses pembiayaan ini membuktikan tingginya kepercayaan dari para kreditur untuk berinvestasi di Indonesia dalam hal ini pada proyek PLTU Jawa Tengah 2x1.000 MW.
(Baca Juga: Jokowi Minta Pengoperasian PLTU Batang Tak Molor)
Sementara Public & Media Relation PT BPI Ayu Windiyaningrum menambahkan, PLTU Batang nantinya akan menggunakan teknologi terkini ultra-supercritical (USC) yang ramah lingkungan dengan kondisi uap Ultra-super kritikal (USC) dan sistem pengolahan gas buang yang dapat meminimalkan gas emisi sehingga ramah lingkungan.
Diterangkan kondisi uap USC memberikan efisiensi panas yang lebih tinggi daripada kondisi uap konvensional seperti sub kritikal dan super kritikal. Efisiensi panas yang lebih tinggi berarti konsumsi batubara yang lebih rendah dan juga menghasilkan emisi yang lebih rendah.
“Kami berharap pembangunan PLTU ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat beroperasi sesuai target yaitu hingga 48 bulan. Dengan beroperasinya PLTU ini akan mendukung pasokan energi nasional, sehingga diharapkan mendorong pertumbuhan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.
(akr)
Lihat Juga :