Singapura Tuntut Pelaku Pembakaran Hutan di Indonesia USD74.000 per Hari

Jum'at, 10 Juni 2016 - 12:55 WIB
Singapura Tuntut Pelaku...
Singapura Tuntut Pelaku Pembakaran Hutan di Indonesia USD74.000 per Hari
A A A
SINGAPURA - Sering terkena asap akibat pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, membuat Singapura kerepotan. Karena itu, Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura, Masagos Zulkifli, 53 tahun, mengatakan negaranya siap menuntut perusahaan Indonesia yang ditemukan bertanggung jawab atas kebakaran hutan tahun lalu.

“Kami mendapat dukungan dari masyarakat internasional. Kami tidak melakukan kriminal, kami hanya meminta perusahaan dan direksi bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg, Jumat (10/6/2016).

Kekesalan Masagos, lantaran negaranya telah meminta enam pemasok Asia Pulp Indonesia dan perusahaan kertas di Indonesia untuk memberi informasi tentang langkah-langkah yang mereka ambil guna mencegah kebakaran hutan. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Polusi Asap Lintas Batas 2014 di Singapura.

Namun, dalam sebuah wawancara, Masagos mengatakan APP, salah satu produsen kertas terbesar di dunia tidak menjawab permintaan surat elektronik untuk berkomentar, sementara perusahaan induknya, kata dia, tidak membalas panggilan untuk memberi pernyataan.

Untuk itu, Negeri Singa berencana membawa keenam perusahaan tersebut ke pengadilan. “Dan perusahaan yang terlibat dalam kebakaran hutan dan memproduksi asap menghadapi denda Sin$100.000 atau USD74.000 per hari untuk setiap hari kebakaran,” kata Masagos.

Kabut asap telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di Singapura. Polusi memaksa mereka menutup sekolah-sekolah yang membuat mereka rugi Sin$700 juta pada 2015 lalu. Kabut juga mengganggu perjalanan laut dan udara di wilayah negara pulau itu. Menurut Bank Dunia, kasus kebakaran hutan membuat kerugian hingga USD16,1 miliar.

Masagos mengatakan ia tidak percaya bahwa menekan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk mematuhi hukum Singapura akan menghambat hubungan bilateral dengan Indonesia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PM Singapura Akan Serahkan...
PM Singapura Akan Serahkan Kepemimpinan PAP Kepada Lawrence Wong
Singapore Dream Sudah...
Singapore Dream Sudah Mengalami Pergeseran, Apa Pemicunya?
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
60 Tahun Merdeka, Berikut...
60 Tahun Merdeka, Berikut 5 Tantangan yang Menghantui Singapura
Takut Dilanda Kerusuhan,...
Takut Dilanda Kerusuhan, Singapura Tolak Masuk Aktivis Hong Kong
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
7 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
8 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
8 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
8 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved