Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh Tinggalkan Level USD50/Barel

Senin, 13 Juni 2016 - 09:37 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh Tinggalkan Level USD50/Barel
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia pada perdagangan hari ini jatuh, menarik ke bawah di tengah meningkatnya kekhawatiran ekonomi di Asia dan penguatan terkait dolar Amerika Serikat (USD), yang membuat impor bahan bakar bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain yang lebih mahal.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/6/2016), harga minyak brent jatuh kembali di bawah USD50 per barel, diperdagangkan di level USD49,89 per barel pada pukul 01.27 GMT, turun 65 sen atau 1,29% dari posisi sebelumnya. Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) juga turun 78 sen atau 1,5% ke level USD48,29 per barel.

ANZ Bank mengatakan, minyak sedang ditarik ke bawah oleh penurunan tajam dalam risk appetite dan dipengaruhi USD. Di mana, USD telah pulih sekitar 1,3% dari posisi terendah bulan ini terhadap beberapa mata uang utama lainnya, didorong oleh prospek kenaikan potensial suku bunga AS dan kekhawatiran atas ekonomi Asia, yang menyeret mata uang di wilayah ini.

Sebuah penguatan greenback membuat impor minyak diperdagangkan dalam USD lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya, berpotensi memukul permintaan dan membebani harga. Namun, masalah utama di pasar minyak adalah prospek ekonomi yang kurang baik di Asia.

Indeks survei bisnis Jepang (BSI) dari sentimen di produsen besar minus 11,1 pada April-Juni, dibanding dengan minus 7,9 pada Januari-Maret. Ada juga kekhawatiran tentang pertumbuhan di China, sebagian besar karena kelebihan kapasitas industri dan utang.

Dengan pertumbuhan dalam outlook ekonomi Asia yang kurang terang, banyak spekulan minyak telah terjual habis dari posisi lama yang telah mengambil keuntungan dari hampir dua kali lipat harga minyak mentah sejak mencapai lebih dari posisi terendah pada awal tahun ini.

Hedge fund dan spekulan besar lainnya memotong net-long, atau bullish mereka, posisi dalam minyak mentah AS pekan ini untuk pertama kalinya dalam satu bulan, data perdagangan menunjukkan pada Jumat, yang menunjukkan kekhawatiran pasar minyak tidak dapat dipertahankan pada level USD50 per barel.

Meskipun demikian, beberapa analis memperkirakan permintaan minyak di Asia dan khususnya China akan tetap kuat. "Dengan latar belakang harga minyak internasional yang rendah, permintaan minyak mentah China akan tetap didukung tahun ini, karena permintaan terus mendapatkan traksi dari penimbunan kegiatan dan penggunaan penyulingan," kata konsultan energi FGE.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
34 menit yang lalu
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
39 menit yang lalu
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
1 jam yang lalu
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
2 jam yang lalu
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
2 jam yang lalu
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved