Rupiah Ditutup Malah Terjerembab Saat Yen Terus Menguat

Selasa, 14 Juni 2016 - 17:05 WIB
Rupiah Ditutup Malah...
Rupiah Ditutup Malah Terjerembab Saat Yen Terus Menguat
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir terkapar, bahkan hampir mendekati level Rp13.400/USD. Kondisi pelemahan rupiah sore ini di tengah semakin perkasanya yen terhadap euro dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.375/USD dengan kisaran harian Rp13.275-Rp13.395/USD. Posisi penutupan hari ini melemah 68 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.307/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.393/USD dengan kisaran Rp13.269-Rp13.400/USD. Posisi itu tercatat semakin tidak berdaya jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.298/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.377/USD atau melemah 69 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.308/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.273/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.341/USD.

Dilansir Reuters, Selasa (14/6/2016), yen melonjak ke level terkuat terhadap euro dalam lebih dari tiga tahun, karena kemungkinan Inggris akan melakukan voting pekan depan untuk mengambil keputusan apakah akan meninggalkan Uni Eropa atau tidak. Hal ini mendorong investor terhadap keamanan Jepang dan safe havens tradisional lainnya.

Menjelang pertemuan Bank of Japan pekan ini, trader mengatakan resistance kuat yen terhadap USD di level 105,50 telah membuat yen dari lonjakan terhadap 100 per USD, tingkat yang banyak berasumsi akan memaksa Bank of Japan melakukan intervensi terhadap yen.

Perdebatan sekarang di kalangan pedagang adalah apakah BoJ akan mengambil langkah-langkah kebijakan pada Kamis untuk melemahkan mata uang, ketika suara untuk brexit pekan depan diperkirakan akan mendorong lebih banyak pembelian yen secara global sebagai safe haven untuk modal.

"Banyak orang mengatakan bahwa BOJ tidak akan melakukan apa-apa pekan ini," kata Richard Benson, co-kepala manajemen portofolio di Millennium dana mata uang di London.

Poundsterling juga 50% lebih rendah terhadap euro, tapi sedikit lebih kuat dibanding dengan posisi kemarin dari 79,86. Pound turun 1,2% terhadap yen ke level 149,85 menurut data Thomson Reuters, setelah kemarin jatuh di level 149,50.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
19 menit yang lalu
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
32 menit yang lalu
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
35 menit yang lalu
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
50 menit yang lalu
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
4 jam yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved