Rupiah Hari Ini Diramal Mampu Bangkit
Jum'at, 17 Juni 2016 - 08:23 WIB
Rupiah Hari Ini Diramal Mampu Bangkit
A
A
A
JAKARTA - Sama seperti kemarin, laju rupiah yang hanya bergerak terbatas membuat pergerakan rupiah berada di persimpangan jalan antara berbalik menguat atau melanjutkan tren pelemahannya.
"Namun, melihat keadaan global yang lebih memilih Yen ketimbang USD diharapkan dapat dijadikan pertimbangan bagi investor untuk mengakumulasi rupiah, sehingga dapat kembali melanjutkan penguatannya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (17/6/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.340/USD serta resisten Rp13.370/USD dan tetap cermati sentimen yang ada.
Sementara, jelang referendum Brexit, terlihat para pelaku pasar cenderung untuk mengambil langkah konservatif dengan mengakumulasi yen serta gold di tengah suku bunga AS yang tetap.
Sentimen tersebut juga membuat laju EUR dan GBP cenderung melemah dan membuat laju USD menguat. "Untungnya, keadaan tersebut tidak banyak berimbas pada laju rupiah di mana mampu bergerak positif jelang dirilisnya tingkat suku bunga BI rate yang diperkirakan akan turun," pungkasnya.
"Namun, melihat keadaan global yang lebih memilih Yen ketimbang USD diharapkan dapat dijadikan pertimbangan bagi investor untuk mengakumulasi rupiah, sehingga dapat kembali melanjutkan penguatannya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (17/6/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.340/USD serta resisten Rp13.370/USD dan tetap cermati sentimen yang ada.
Sementara, jelang referendum Brexit, terlihat para pelaku pasar cenderung untuk mengambil langkah konservatif dengan mengakumulasi yen serta gold di tengah suku bunga AS yang tetap.
Sentimen tersebut juga membuat laju EUR dan GBP cenderung melemah dan membuat laju USD menguat. "Untungnya, keadaan tersebut tidak banyak berimbas pada laju rupiah di mana mampu bergerak positif jelang dirilisnya tingkat suku bunga BI rate yang diperkirakan akan turun," pungkasnya.
(izz)