EWI Ingatkan Ada Konspirasi Gagalkan Holding BUMN

Senin, 20 Juni 2016 - 18:28 WIB
EWI Ingatkan Ada Konspirasi...
EWI Ingatkan Ada Konspirasi Gagalkan Holding BUMN
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean mengingatkan pemerintah soal konspirasi besar untuk menggagalkan pembentukan holding BUMN. Konspirasi ini tentunya bisa berasal dari mana saja.

“Pemerintah mesti waspada. Kemugkinan mereka yang ingin menggagalkan itu mereka yang terancam. Karena sebelumnya mereka sangat menikmati keuntungan dari pengelolaan migas yang kacau-balau,” kata Ferdinand dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/6/2016)

Orang-orang tersebut, menurut Ferdinand, sangat tidak menginginkan adanya holding BUMN. Pasalnya, keberadaan holding BUMN akan membuat tata kelola dan tata niaga migas menjadi sangat baik dan teratur. Dalam kondisi yang serba teratur itulah, lanjut dia, peluang mereka untuk 'bermain-main' seperti yang selama ini terjadi akan tertutup.

“Selama ini mereka sangat bebas dan nyaman karena tidak ada yang mengontrol. Sedangkan keberadan holding akan membuat mereka harus ikut aturan holding. Situasi ini yang membuat mereka tidak nyaman. Makanya mereka mempertahankan status quo yang ada,” lanjut Ferdinand.

Menurut Ferdinand, konspirasi tersebut dilakukan dengan berbagai cara. “Bahkan, persoalan pengawasan pun dijadikan alat pembenaran konspirasi untuk menggagalkan holding,” kata dia.

Padahal, kata Ferdinand, semua dalih itu sama sekali tidak beralasan dan sangat dibuat-buat. Terkait pengawasan misalnya, DPR tetap bisa melakukan pengawasan terhadap PGN. Ketika DPR melakukan rapat untuk membahas persoalan gas, misalnya, ketika itulah Pertamina sebagai induk holding bisa menyertakan PGN. Dan pada saat itulah, lanjut Ferdinand, DPR bisa bertanya banyak hal kepada PGN.

Itulah sebabnya, tak ada alasan untuk menunda pembentukan holding BUMN. Sebagai langkah awal, kata Ferdinand, adalah menjadikan Pertamina sebagai induk holding BUMN dan PGN sebagai anak usaha. Setelah itu, barulah holding BUMN melakukan upaya pengambilalihan saham privat yang berada pada PGN. Pengambilalihan itu penting mengingat sebagian besar saham tersebut dimiliki asing.

“Karena masalahnya adalah adanya saham asing di dalam PGN. Ada kepentingan asing bermain di sana,” tutup Ferdinand.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
25 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
33 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved