Meski Melambat, BNI Syariah Raup Laba Rp 20 Miliar

Selasa, 21 Juni 2016 - 02:51 WIB
Meski Melambat, BNI...
Meski Melambat, BNI Syariah Raup Laba Rp 20 Miliar
A A A
YOGYAKARTA - Meski perlambatan ekonomi terjadi di Yogyakarta, namun BNI Syariah masih mampu membukukan laba. Hingga akhir Mei lalu, BNI Syariah berhasil membukukan laba Rp20 miliar. Jumlah tersebut sudah sekitar 50% dari target yang mereka tetapkan di awal tahun.

Kepala Cabang BNI Syariah Yogyakarta, Aprilina Pitra Ardiati mengakui jika pertumbuhan perekonomian di Yogyakarta mengalami perlambatan. Serapan-serapan pembiayaan sebenarnya tetap tumbuh, tetapi pertumbuhan tersebut masih mengalami perlambatan dibanding tahun sebelumnya. Namun dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) justru mengalami laju yang cukup bagus.

"Upaya memang terus kami lakukan untuk meningkatkan performa kami," tutur Apriliani saat perayaan puncak Milad ke 6 BNI Syariah, Senin (20/6/2016).

Apriliani mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah berhasil mengumpulkan DPK hingga Rp600 miliar. Sementara untuk pembiayaan yang sudah tersalurkan juga mencapai Rp300 miliar. Dari sisi bisnis, DPK BNI Syariah sudah mengalami pertumbuhan sekitar 10% dibanding tahun sebelumnya. Sementara pembiayaan juga mengalami pertumbuhan kendati perlambatan.

Tahun ini, pembiayaan BNI Syariah hanya tumbuh sekitar 5% dibanding dengan tahun sebelumnya. Kondisi perlambatan secara global yang terjadi belakangan ini membawa dampak terhadap produktivitas masyarakat. Akibatnya, pembiayaan-pembiayaan yang digelontorkan BNI Syariah juga tak segencar tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Apriliani, karena faktor perlambatan itu pula, saat ini pengumpulan DPK baru sekitar 50% dari target yang ditetapkan sebelumnya. Sementara untuk outstanding pembiayaan baru tercapai sekitar 30% dari target yang semula dicanangkan di awal tahun. Namun pihaknya yakin, di semester kedua tahun ini target tersebut mampu tercapai. Karena beberapa program telah diluncurkan oleh BNI Syariah untuk memperkuat penetrasi pasar.

"Belum lama ini kami meluncurkan produk pembiayaan umrah," ujarnya.

Apriliani mengakui jika selama ini pembiayaan yang mereka gelontorkan masih didominasi sektor konsumtif, paling besar pembiayaan perumahan. 75% pembiayaan yang dikeluarkan oleh BNI Syariah adalah untuk perumahan. Sisanya pembiayaan lain seperti untuk umrah dan produktif. Meski demikian, ia mengklaim terus menggenjot pembiayaan produktif melalui pihak lain yang bekerjasama dengan mereka.

Ia menambahkan, selama ini selain menyalurkan pembiayaan secara langsung kepada nasabah, pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah lain yang stratanya di bawah mereka. Pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan baik bersama Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan juga Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS).

"Kalau kami banyak terjun langsung di sektor syariah, maka kami khawatir akan banyak bertabrakan dengan rekan kami BMT dan BPRS,"paparnya

Humas BNI Syariah Cabang Yogyakarta, Sugiyanti menambahkan, beberapa program memang dilakukan BNI Syariah untuk memperbesar pangsa pasar mereka. Seperti tema pada milad ke 6 ini yaitu Sinergi Hasanah Membangun Negeri, pihaknya gencar membentuk komunitas hasanah dan memperluas kegiatan hasanah for society. Tujuannya untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap keberadaan BNI Syariah.

"Semangatnya sama dengan teman-teman penggiat ekonomi syariah lainnya. Ingin menambah market share ekonomi syariah yang kini masih kalah jauh dengan konvensional," paparnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Transaksi Volume BNI...
Transaksi Volume BNI iB Hasanah Card Capai Rp895,2 Miliar
BNI Syariah Salurkan...
BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Wakaf Pertama dengan Agunan Imbal Hasil CWLS
Satu Dekade Berhasanah,...
Satu Dekade Berhasanah, BNI Syariah Berikan Promo Menarik untuk Nasabah
Tiga Bank Syariah Milik...
Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah Satukan Kekuatan
Dana Haji di BNI Syariah...
Dana Haji di BNI Syariah Sudah Ada Rp3,4 Triliun
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
7 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
8 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
9 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
9 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
9 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
10 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved