Awas, Rupiah Berpotensi Berbalik Arah Melemah
Selasa, 21 Juni 2016 - 09:07 WIB
Awas, Rupiah Berpotensi Berbalik Arah Melemah
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah diperkirakan oleh Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada berpotensi berbalik melemah dengan kembalinya sentimen dari Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed. Ditambah melemahnya laju yen terhadap beberapa mata uang utama.
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.645/USD serta resisten Rp13.630/USD dan tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah. "Jika hal tersebut terjadi maka waspadai akan kembali melemahnya laju rupiah," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/6/2016).
Sementara menurutnya mulai adanya tanda-tanda sinyal kepastian bagi The Fed untuk menaikan suku bunganya (Fed rate) membuat laju dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami kenaikan dan berimbas pada melemahnya sejumlah mata uang.
Di sisi lain, penguatan laju USD juga didukung oleh melemahnya laju Yen setelah Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe berencana mengambil kebijakan untuk menunda pajak penjuala hingga beberapa tahun ke depan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya.
"Terlihat pelaku pasar tidak mau ketinggalan untuk melakukan aksi beli terhadap USD seiring The Fed yang kembali membuka sinyal terkait peningkatan suku bunga AS secara bertahap dan tetap berhati-hati dalam prosesnya," pungkasnya.
Sementara itu kemarin nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan hari ini ditutup sukses menjaga tren positif pada kisaran level Rp13.200/USD. Penguatan rupiah terjadi di tengah perlawanan poundsterling terhadap beberapa mata uang utama lainnya, setelah sempat terpuruk.
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.645/USD serta resisten Rp13.630/USD dan tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah. "Jika hal tersebut terjadi maka waspadai akan kembali melemahnya laju rupiah," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/6/2016).
Sementara menurutnya mulai adanya tanda-tanda sinyal kepastian bagi The Fed untuk menaikan suku bunganya (Fed rate) membuat laju dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami kenaikan dan berimbas pada melemahnya sejumlah mata uang.
Di sisi lain, penguatan laju USD juga didukung oleh melemahnya laju Yen setelah Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe berencana mengambil kebijakan untuk menunda pajak penjuala hingga beberapa tahun ke depan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya.
"Terlihat pelaku pasar tidak mau ketinggalan untuk melakukan aksi beli terhadap USD seiring The Fed yang kembali membuka sinyal terkait peningkatan suku bunga AS secara bertahap dan tetap berhati-hati dalam prosesnya," pungkasnya.
Sementara itu kemarin nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan hari ini ditutup sukses menjaga tren positif pada kisaran level Rp13.200/USD. Penguatan rupiah terjadi di tengah perlawanan poundsterling terhadap beberapa mata uang utama lainnya, setelah sempat terpuruk.
(akr)