Pelonggaran LTV Dorong Pertumbuhan Kredit

Selasa, 21 Juni 2016 - 19:51 WIB
Pelonggaran LTV Dorong...
Pelonggaran LTV Dorong Pertumbuhan Kredit
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan, pelonggaran kebijakan Loan To Value (LTV) uang muka (down payment) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bakal menggenjot pertumbuhan kredit. Sampai dengan April 2016 lalu, pertumbuhan kredit di sektor KPR baru mencapai 7,61%, sehingga diharapkan target pertumbuhan kredit sebesar 12-14% masih berpeluang untuk dicapai.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial, Filianingsih Hendradata mengatakan, BI menginginkan agar aturan relaksasi LTV ini seimbang dengan kondisi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang rendah serta dan rasio likuiditas perbankan yang terjaga.

Pasalnya, jika LTV ditingkatkan, maka akan memberikan kemudahan kepada para debitur yang akan melakukan pembayaran down payment. "Selain itu, akan diatur pula tentang pembiayaan rumah dalam bentuk inden," ujar dia di acara bincang-bincang media (BBM) di Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Dia melanjutkan, sebelumnya BI juga telah menerbitkan aturan pelonggaran LTV untuk KPR yang berlaku Agustus. Dengan aturan baru ini, maka down payment untuk KPR di bank konvensional hanya 15% sedangkan di bank syariah sebesar 10%.

Selain itu, dengan diterapkannya aturan ini, BI memprediksi akan ada kenaikan pertumbuhan KPR sebesar 3,69-6,65% hingga akhir tahun.

Lebih lanjut dia menuturkan, adanya kelonggaran di sektor properti ini dikarenakan sektor ini memberi peluang untuk mendorong konsumsi rumah tangga. "Sehingga pada akhirnya, semua akan menuju kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik," katanya.

Pada kuartal I-2016 ini, sektor properti menjadi satu di antara tiga sektor lain seperti konstruksi dan real estat yang memiliki pertumbuhan cukup baik dengan risiko NPL yang terjaga. Sektor konstruksi tumbuh 19,36% sedangkan sektor real estat tumbuh 22,35%.

Kedepan, BI akan tetap menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian bagi bank dalam menyalurkan kredit. "Bank Indonesia memandang pelonggaran kebijakan diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan kredit, baik dari sisi penawaran maupun permintaan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Penyebab Utama KPR...
5 Penyebab Utama KPR Ditolak oleh Bank, Apa Saja?
KPR Tapera BTN Gulirkan...
KPR Tapera BTN Gulirkan Kredit Pemilikan Rumah untuk ASN
Perayaan HUT ke 44,...
Perayaan HUT ke 44, BTN Kucurkan Kredit Rp317 Triliun
Laju Penyaluran Kredit...
Laju Penyaluran Kredit Properti Kembali Melambat pada September
Sejak KPR Pertama Kali...
Sejak KPR Pertama Kali Hadir di 1976, BTN Sudah Kucurkan Pembiayaan Rp352 Triliun
BTN Berkomitmen Sukseskan...
BTN Berkomitmen Sukseskan Program Sejuta Rumah
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
13 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved