Rupiah Berakhir Menguat Terbatas Iringi Kenaikan Pounds-Euro

Rabu, 22 Juni 2016 - 16:35 WIB
Rupiah Berakhir Menguat...
Rupiah Berakhir Menguat Terbatas Iringi Kenaikan Pounds-Euro
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini masih mencoba menguat terbatas, saat poundsterling dan euro melanjutkan tren positif. Mata uang garuda masih tertekan untuk masih berada di kisaran Rp13.200/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.280/USD dengan kisaran harian Rp13.265 - Rp13.305/USD. Posisi ini memperlihatkan pergerakan stagnan rupiah yang tidak berubah posisi dari penutupan kemarin Rp13.280/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.287/USD atau melemah 10 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.277/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, menutup hari ini pada level Rp13.268/USD dengan kisaran Rp13.255-Rp13.308/USD. Posisi itu tercatat lebih baik jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.283/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.298/USD. Posisi ini tercatat semakin melemah atau berkurang 12 poin dari posisi sebelumnya Rp13.286/USD.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (22/6/2016) poundsterling dan euro berakhir lebih tinggi menjelang referendum terkait rencana Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa (UE). Pemulihan pounds terjadi saat investor mencemaskan kepergian Inggris bakal melemahkan pertumbuhan ekonomi, terciptanya krisis perbankan hingga melemahkan aset di pasar global.

Namun pergerakan fluktuatif pounds terdorong saat pemilih cenderung ingin Inggris bertahan untuk membarikan lonjakan 5% saat pounds sempat menyentuh level terendah pada kisaran 1,40 terhadap USD. "Kami hanya ingin melihat akhir dari reli yang kita lihat dari awal pekan ini," Kepala Strategi FX Eropa Stephen Gallo.

Pounds diprediksi perbankan kemungkinan jatuh di bawah level 1,30 terhadap USD jika Inggris jadi keluar UE. Namun pada sesi perdagangan hari ini pounds menguat 0,2% ke level 1.4680 melawan USD, meski masih berada di bawah posisi tertinggi pada tengah pekan kemarin.

Sementara Brexit terus membayangi, pidato Gubernur The Fed Janet Yellen kembali memberikan sinyal terkait kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan Juli, mendatang. USD sendiri jatuh 0,4% menjadi 104,42 terhadap yen atau 0,2% lebih rendah terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Gereja Alcala...
Mengenal Gereja Alcala Spanyol yang Dibeli Muhammadiyah 3 Juta Euro
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved