Rupiah Dibuka Semringah, Pounds buat USD Tak Berdaya
Kamis, 23 Juni 2016 - 10:28 WIB
Rupiah Dibuka Semringah, Pounds buat USD Tak Berdaya
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat, setelah kemarin bergerak variatif. Penguatan rupiah ini terjadi saat mata uang Inggris, poundsterling membuat beberapa mata uang utama seperti USD menjadi tidak berdaya.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.265/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.298/USD dengan peningkatan sebesar 33 poin.
Menurut data Bloomberg, rupiah tercatat juga membaik di posisi Rp13.251/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.244-Rp13.283/USD. Rupiah menunjukkan berada dalam tren positif dibanding kemarin pada posisi Rp13.268/USD. Namun pada pukul 10.05 WIB bergerak semakin melemah ke level Rp13.270/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB ada pada level Rp13.267/USD atau semakin berjaya dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.287/USD.
Sementara, posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka Rp13.258/USD atau lebih baik dibanding penutupan kemarin di level Rp13.280/USD. Pagi ini mata uang Garuda berada pada kisaran harian Rp13.248-Rp13.265/USD.
Dilansir Reuters, Kamis (23/6/2016) pounds meningkat ke posisi tertinggi dalam enam bulan terhadap USD pada awal perdagangan hari ini, ketika survei terbaru jejak pendapat Brexit menunjukkan sebagian besar ingin Inggris tetap bertahan bersama Uni Eropa. Pounds tercatat naik 0,6% ke level 1.4802 terhadap USD setelah sempat menyentuh posisi 1.4847 atau yang tertinggi sejak awal tahun.
"Akan sulit memprediksi kemana pasar akan bergerak sampai hasil jejak pendapat atau referendum Brexit dirilis. Pounds jelas akan mengambil penuh sorotan, tapi mata uang Eropa lain dan khususnya USD atau yen juga menjadi pasangan yang bisa berubah," jelas Ahli Strategi FX Kadota Shin di Tokyo.
USD sendiri menguat tipis atas yen ke level 104.595, setelah pada sesi sebelumnya bergerak di kisaran 104.855-104.310. Di sisi lain greenback telah merosot terhadap yen, usai tengah pekan kemarin Gubernur The Fed Janet Yellen kembali memberikan kemungkinan kenaikan suku bunga AS (fed rate) di bulan Juli, mendatang.
Peningkatan justru dialami euro yang naik 0,2% melawan USD ke level 1.1324, untuk menambah keuntungan menjadi 0,5%. Pasang surut wacana Inggris meninggalkan Uni Eropa telah membantu peningkatan mata uang secara umum.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.265/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.298/USD dengan peningkatan sebesar 33 poin.
Menurut data Bloomberg, rupiah tercatat juga membaik di posisi Rp13.251/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.244-Rp13.283/USD. Rupiah menunjukkan berada dalam tren positif dibanding kemarin pada posisi Rp13.268/USD. Namun pada pukul 10.05 WIB bergerak semakin melemah ke level Rp13.270/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB ada pada level Rp13.267/USD atau semakin berjaya dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.287/USD.
Sementara, posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka Rp13.258/USD atau lebih baik dibanding penutupan kemarin di level Rp13.280/USD. Pagi ini mata uang Garuda berada pada kisaran harian Rp13.248-Rp13.265/USD.
Dilansir Reuters, Kamis (23/6/2016) pounds meningkat ke posisi tertinggi dalam enam bulan terhadap USD pada awal perdagangan hari ini, ketika survei terbaru jejak pendapat Brexit menunjukkan sebagian besar ingin Inggris tetap bertahan bersama Uni Eropa. Pounds tercatat naik 0,6% ke level 1.4802 terhadap USD setelah sempat menyentuh posisi 1.4847 atau yang tertinggi sejak awal tahun.
"Akan sulit memprediksi kemana pasar akan bergerak sampai hasil jejak pendapat atau referendum Brexit dirilis. Pounds jelas akan mengambil penuh sorotan, tapi mata uang Eropa lain dan khususnya USD atau yen juga menjadi pasangan yang bisa berubah," jelas Ahli Strategi FX Kadota Shin di Tokyo.
USD sendiri menguat tipis atas yen ke level 104.595, setelah pada sesi sebelumnya bergerak di kisaran 104.855-104.310. Di sisi lain greenback telah merosot terhadap yen, usai tengah pekan kemarin Gubernur The Fed Janet Yellen kembali memberikan kemungkinan kenaikan suku bunga AS (fed rate) di bulan Juli, mendatang.
Peningkatan justru dialami euro yang naik 0,2% melawan USD ke level 1.1324, untuk menambah keuntungan menjadi 0,5%. Pasang surut wacana Inggris meninggalkan Uni Eropa telah membantu peningkatan mata uang secara umum.
(akr)