Demi Proyek Listrik 35.000 MW, Pemerintah Buka Impor LNG

Kamis, 23 Juni 2016 - 22:05 WIB
Demi Proyek Listrik...
Demi Proyek Listrik 35.000 MW, Pemerintah Buka Impor LNG
A A A
JAKARTA - Ambisi besar tapi tenaga tidak ada, itulah yang ingin dihindari oleh pemerintah terkait megaproyek kelistrikan 35.000 megawatt (MW). Untuk itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengemukakan pemerintah akan membuka keran impor liquifed natural gas alias LNG.

Tujuannya menopang proyek kelistrikan 35.000 MW, yang tidak tercukupi dengan pasokan LNG dari dalam negeri.

PT PLN (Persero) sendiri beberapa waktu lalu menyebutkan, kebutuhan gas untuk program pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000MW mencapai 1.250 miliar british thermal unit per day (BTUD). Rinciannya, untuk tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di Jawa-Bali yang berkapasitas 5.000 MW dengan kebutuhan 542 BBTUD, dan PLTG/PLTGU di luar Jawa-Bali berdaya 7.081 MW sekitar 600 BBTUD.

Di luar Jawa-Bali, pembangkit tersebar dari Aceh hingga Papua dengan bagian terbesar kebutuhan di Sumatera Utara (98 BBTUD), Sulawesi Selatan (78 BBTUD), Aceh (72 BBTUD), Riau (57 BBTUD), Batam (54 BBTUD), Lampung (38 BBTUD), dan Kepulauan Riau (34 BBTUD).

"‎Kami lihat dari pasokan dan kebutuhan permintaan tidak bisa ditutupi LNG Indonesia. Maka saat rapat di Komisi VI DPR, Pak Menteri (ESDM) sudah bilang akan membuka izin untuk impor LNG," kata Vice President External Relation SKK Migas, Taslim Yunus di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Dia pun mengakui, kebutuhan gas di Tanah Air sudah tidak bisa dibendung dengan pasokan di dalam negeri. Sebab, saat ini kondisinya sudah cukup mendesak.

Karena itu,‎ sambung Taslim, pemerintah memutuskan untuk memasok gas impor dari luar negeri. Apalagi, di beberapa negara harga gasnya jauh lebih kompetitif.

"Ini sudah tidak bisa kita bendung lagi karena kondisi mendesak. Di dunia sekarang juga banyak supplier baru jadi harga lebih kompetitif. Malah di beberapa tempat, kami lihat ada yang harga lebih murah daripada di sini," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Corona Bikin...
Pandemi Corona Bikin Penjualan LNG Domestik Turun Tajam
Pertamina-Medco Salurkan...
Pertamina-Medco Salurkan Gas Perdana ke Kilang Mini LNG
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
Eropa Minati Gas Alam...
Eropa Minati Gas Alam RI, SKK Migas Beberkan Kendalanya
Pelabuhan Kilang LNG...
Pelabuhan Kilang LNG Abadi Masela Resmi Dibangun di Tanimbar Selatan
Shell Cabut dari Blok...
Shell Cabut dari Blok Masela, DPR Panggil SKK Migas hingga Inpex
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
6 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
7 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
7 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
7 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved