Rupiah Ditutup Membaik Saat Pounds Masih Terpuruk

Senin, 27 Juni 2016 - 17:02 WIB
Rupiah Ditutup Membaik...
Rupiah Ditutup Membaik Saat Pounds Masih Terpuruk
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini membaik di tengah masih tertekannya pindsterling setelah Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.355/USD dengan kisaran harian Rp13.320-Rp13.515/USD. Posisi ini memperlihatkan mata uang Garuda menguat dengan kenaikan sebesar 60 poin dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.415/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.357/USD atau naik 65 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.422/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, rupiah berada di level Rp13.351/USD dengan kisaran Rp13.298-Rp13.535/USD. Posisi itu tercatat membaik jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.391/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah masih berada di level Rp13.495/USD. Rupiah terlihat semakin memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.296/USD atau anjlok 199 poin.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/6/2016) poundsterling masih di bawah tekanan pada awal pekan ini dan menarik euro untuk ikut terpuruk. Sementara mata uang yang relatif aman seperti yen dan Swiss franc memperpanjang keuntungan.

Tercatat pada hari ini pounds mengalami penurunan sebesar 1,8% ke level 1,3460 setelah akhir pekan kemarin anjlok ke posisi terendah sejak tahun 1985 di level 1.3228. Pada pergerakannya pounds sempat mencoba pulih dari posisi terendah setelah Menteri Keuangan Inggris George Osborne berusaha meyakinkan pasar bahwa ia akan tetap bertahan dan ekonomi Inggris dalam kondisi baik.

Sejak hari Jumat kemarin, pounds telah menyusut sebanyak 11% atau jadi yang terburuk dalam sejarah modern. Sementara itu kondisi pasar diyakini mulai pulih setelah terkejut dengan keputusan Inggris memisahkan diri dari UE. Di sisi lain mata uang haven seperti yen dan Swiss franc meneruskan cacatan positif.

Greenback lebih lemah ke level 102.15 terhadap yen setelah merosot 1,8% pekan lalu. USD meningkat 99 sen melawan yen. Sedangkan euro menurun 0,5% mencapai 1.1055, usai jatuh ke posisi terendah dalam tiga bulan ke level 1.0912 atau 0,7% lebih rendah terhadap yen.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
1 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
2 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
2 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
2 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
3 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved