BI Nilai Akan Ada Referendum Kedua Pascabrexit

Rabu, 29 Juni 2016 - 18:23 WIB
BI Nilai Akan Ada Referendum...
BI Nilai Akan Ada Referendum Kedua Pascabrexit
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai, ada kemungkinan terjadi referendum kedua setelah Inggris mengumumkan keluar dari Uni Eropa (Brexit). Pasalnya, sudah ada petisi untuk melaksanakan referendum kedua dan petisi ini sudah ditandatangani tiga juta orang.

"Tapi sekarang kita tahu ada petisi di rakyat Inggris, sudah ada 3 juta orang untuk referendum kedua. Karena kemarin kan yang menang itu ada 52%, sementara yang datang untuk pemilu ada 70%. Jadi kan 52% dari 70% yang datang untuk pemilu. Makannya ada petisi itu," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara saat buka puasa bersama di Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, tantangan untuk Inggris memang berat. Pasalnya, selama ini mereka menikmati aliran Penanaman Modal Asing (PMA) Eropa masuk ke Inggris. Selama ini, lanjut Mirza, Inggris mengalami defisit untuk ekspor-impor barang dan jasanya.

Sementara defisit mereka, ditutup dari aliran modal dari Eropa ke Inggris. "Nah, jadi aliran modal Eropa masuk ke Inggris itu juga karena memanfaatkan EU agrement. Jadi sekarang Inggris harus membuat negosiasi agreement terkait investasi, perdagangan, dengan negara eropa," papar Mirza.

Dia mengatakan, Inggris harus mulai melakukan negosiasi ulang terhadap agreement yang telah disepakatinya dalam Uni Eropa. Bukan hanya untuk bilateral dengan negara di sana, tetapi Inggris juga harus membuat agreement sendiri dengan negara-negara di luar Uni Eropa.

Diperkirakan ekonomi Inggris akan melambat, sehingga membuat stok market di Inggris jatuh dan saham mereka juga jatuh. Bukan hanya itu, ujar dia, Inggris akan kehilangan market share di Eropa, sehingga perekonomian Inggris bisa melemah dan membuat pertumbuhan kredit melambat.

Namun, menurut Mirza, kondisi perekonomian Inggris yang dinilai akan memburuk tidak sepenuhnya berdampak ke negara emerging market seperti Indonesia.

"Tapi, memang kita harus monitor apakah perlambatan ekonomi Inggris akan membuat ekonomi Eropa akan ada referendum-referendum lain di sana, ekspor Eropa turun. Itu skenario yang saya rasa masih terlalu dini untuk kita buat. Tapi kita akan monitor terus," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
55 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved