Brexit Diklaim Tak Akan Rusak Ekonomi China

Kamis, 30 Juni 2016 - 18:03 WIB
Brexit Diklaim Tak Akan...
Brexit Diklaim Tak Akan Rusak Ekonomi China
A A A
BEIJING - Brexit alias British Exit memang telah mengguncang pasar global, namun China telah memperlihatkan relatif tidak terpengaruh. Menurut Pendiri dan CEO China Beige Book International sebuah perusahaan survei terkemuka yakni Leland Miller mengatakan keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) tidak akan mempengaruhi ekonomi China.

Meski begitu dia menerangkan masih ada banyak variable-variable yang mungkin berpengaruh kepada negosiasi ulang perdagangan atau perlambatan ekonomi global yang mungkin memaksa China memacu stimulus. Pada akhirnya lanjut dia sulit untuk berspekulasi mengenai dampak potensial Brexit dalam beberapa tahun kedepan terhadap pasar global.

"Hal ini jelas hal baru. Semua orang akan berpikir bahwa ada perubahan besar secara global. Namun saya prediksi hal itu tidak akan berpengaruh terhadap rata-rata bisnis di China," jelas Miller seperti dilansir Reuters, Kamis (30/6/2016).

Musim panas lalu, pasar saham China mengalami kejatuhan sangat dalam saat Shanghai Composite turun hingga 8,5% dalam satau hari ketika investor menumpuk uang ke ekuitas China di tengah perlambatan ekonomi dan perusahaan. Kini Miller mengklaim perekonomian China telah jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Hal ini didorong oleh perbaikan layanan dan industri konstruksi, untuk membuat China mencetak tren pertumbuhan monderat. "Pasar kemungkinan hanya sedikit kaget mengingat semua efek negatif pasca referendum Brexit," lanjutnya.

Pendorong ekonomi dipicu keputusan pemerintah memotong suku bunga dinilai mulai memberikan dampak kepada perekonomian Cina kuartal ini. "Akhirnya ada tanda-tanda efektif stimulus fiskal. Kita akan lihat berapa kuartal hal ini dapat bertahan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Sebut Ekonomi China...
Sebut Ekonomi China Baik-baik Saja, Pengusaha Asal Inggris: Tak Ada Masalah Serius
China Dianggap Jadi...
China Dianggap Jadi Ancaman Utama Terhadap Ekonomi Inggris
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved