Penuhi Syarat Kemenhub, AP II Bangun Tower di Terminal 3 Ultimate
Jum'at, 01 Juli 2016 - 18:41 WIB
Penuhi Syarat Kemenhub, AP II Bangun Tower di Terminal 3 Ultimate
A
A
A
TANGERANG - PT Angkasa Pura II (AP II) mulai membangun tower Apron Movement Control (AMC) di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Director Finance AP II, Andra Y Agussalam menerangkan pihaknya sudah menganggarkan biaya pembangunan tower tersebut.
"Biaya-nya dari kita, relatif tidak mahal, sekitar Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar, " kata Andra saat ditemui di kantornya, Jumat (1/7/2016).
Dia menambahkan biaya tersebut digunakan untuk pembangunan fisik beserta pembelian fasilitas pendukung menara pemantau tersebut. "Detailnya saya tidak hafal, yang jelas akan ada sejumlah instrumen untuk membantu memantau penerbangan dan alat komunikasi. Tinggi menaranya 22 meter, lokasinya di Terminal 3," ujarnya.
(Baca Juga: Ikuti Syarat Kemenhub, Terminal 3 Ultimate Pasang Mobile Tower)
Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya urung mengizinkan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta beroperasi karena pergerakan pesawatnya tidak bisa terpantau menara Air Traffic Controller (ATC).
Kemenhub juga sudah sempat menyewakan sebuah mobile tower, namun akhirnya ditarik lagi karena tidak bisa berfungsi dengan baik. Alasannya karena mobile tower tidak bisa digunakan di apron G Terminal 3 lantaran pandangan tower terganggu oleh garbarata, sehingga tidak bisa memantau seluruh bagian apron.
"Biaya-nya dari kita, relatif tidak mahal, sekitar Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar, " kata Andra saat ditemui di kantornya, Jumat (1/7/2016).
Dia menambahkan biaya tersebut digunakan untuk pembangunan fisik beserta pembelian fasilitas pendukung menara pemantau tersebut. "Detailnya saya tidak hafal, yang jelas akan ada sejumlah instrumen untuk membantu memantau penerbangan dan alat komunikasi. Tinggi menaranya 22 meter, lokasinya di Terminal 3," ujarnya.
(Baca Juga: Ikuti Syarat Kemenhub, Terminal 3 Ultimate Pasang Mobile Tower)
Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya urung mengizinkan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta beroperasi karena pergerakan pesawatnya tidak bisa terpantau menara Air Traffic Controller (ATC).
Kemenhub juga sudah sempat menyewakan sebuah mobile tower, namun akhirnya ditarik lagi karena tidak bisa berfungsi dengan baik. Alasannya karena mobile tower tidak bisa digunakan di apron G Terminal 3 lantaran pandangan tower terganggu oleh garbarata, sehingga tidak bisa memantau seluruh bagian apron.
(akr)
Lihat Juga :