Inggris Dilarang Negosiasi Dagang Hingga Proses Brexit Rampung
Jum'at, 01 Juli 2016 - 20:45 WIB
Inggris Dilarang Negosiasi Dagang Hingga Proses Brexit Rampung
A
A
A
BRUSSELS - Petinggi Uni Eropa (UE) bidang perdagangan mengatakan Inggris tidak dapat memulai negosiasi syarat perdagangan dengan blok tersebut sampai proses Brexit selesai. Setelah Brexit, Inggris akan menjadi negara ketiga dalam istilah UE yang berarti perdagangan akan dilakukan berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia, WTO, sampai kesepakatan baru selesai.
"Pertama, Anda keluar dulu, baru bisa bernegosiasi," kata Cecilia Malmstrom pada BBC Newsnight, Jumat (1/7/2016).
(Baca Juga: Brexit Diperingatkan Obama Bakal Bekukan Investasi di Inggris)
Dia menerangkan kesepakatan perdagangan baru seperti yang dialami Kanada dijelaskan butuh tujuh tahun untuk dinegosiasikan. Kesepakatan dengan Kanada juga butuh pengesahan oleh semua negara Uni Eropa, sehingga butuh satu atau dua tahun lagi sebelum bisa berlaku.
Sementara aturan WTO membatasi keadaan di mana negara diskriminasi mendukung satu sama lain dalam perdagangan Ada kekhawatiran bahwa melakukan bisnis selama bertahun-tahun di bawah aturan WTO bisa berdampak sangat buruk pada industri layanan Inggris.
(Baca Juga: Brexit Diyakini George Soros Percepat Kedatangan Krisis Keuangan)
Malmstrom, Komisioner Perdagangan Uni Eropa, menggarisbawahi bahwa pembahasan rinci untuk menentukan hubungan dagang Inggris dengan Uni Eropa tidak bisa berjalan sampai sesudah proses pemisahan secara politis, di bawah Pasal 50, yang membutuhkan waktu dua tahun.
"Sebenarnya ada dua negosiasu. Pertama, Anda keluar dan kemudian menegosiasikan hubungan kerja yang baru, apapun itu bentuknya. Referendum - yang kami catat dan hormati - tak punya dampak hukum. Pertama harus ada pemberitahuan, yang akan dilakukan oleh perdana menteri baru, dan saya harap dilakukan segera. Barulah proses keluar itu bisa dimulai," tegasnya.
Saat ditanya apakah proses tersebut akan berpengaruh terhadap ekonomi semua anggota Uni Eropa, Malmstrom menjawab, "Betul, tapi hasil pemungutan suara sangat jelas."
"Pertama, Anda keluar dulu, baru bisa bernegosiasi," kata Cecilia Malmstrom pada BBC Newsnight, Jumat (1/7/2016).
(Baca Juga: Brexit Diperingatkan Obama Bakal Bekukan Investasi di Inggris)
Dia menerangkan kesepakatan perdagangan baru seperti yang dialami Kanada dijelaskan butuh tujuh tahun untuk dinegosiasikan. Kesepakatan dengan Kanada juga butuh pengesahan oleh semua negara Uni Eropa, sehingga butuh satu atau dua tahun lagi sebelum bisa berlaku.
Sementara aturan WTO membatasi keadaan di mana negara diskriminasi mendukung satu sama lain dalam perdagangan Ada kekhawatiran bahwa melakukan bisnis selama bertahun-tahun di bawah aturan WTO bisa berdampak sangat buruk pada industri layanan Inggris.
(Baca Juga: Brexit Diyakini George Soros Percepat Kedatangan Krisis Keuangan)
Malmstrom, Komisioner Perdagangan Uni Eropa, menggarisbawahi bahwa pembahasan rinci untuk menentukan hubungan dagang Inggris dengan Uni Eropa tidak bisa berjalan sampai sesudah proses pemisahan secara politis, di bawah Pasal 50, yang membutuhkan waktu dua tahun.
"Sebenarnya ada dua negosiasu. Pertama, Anda keluar dan kemudian menegosiasikan hubungan kerja yang baru, apapun itu bentuknya. Referendum - yang kami catat dan hormati - tak punya dampak hukum. Pertama harus ada pemberitahuan, yang akan dilakukan oleh perdana menteri baru, dan saya harap dilakukan segera. Barulah proses keluar itu bisa dimulai," tegasnya.
Saat ditanya apakah proses tersebut akan berpengaruh terhadap ekonomi semua anggota Uni Eropa, Malmstrom menjawab, "Betul, tapi hasil pemungutan suara sangat jelas."
(akr)
Lihat Juga :