Industri Manufaktur Inggris Lesu Dihantam Brexit

Jum'at, 08 Juli 2016 - 15:06 WIB
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur Inggris Lesu Dihantam Brexit
A A A
LONDON - Produksi industri Inggris tercatat menyusut sebesar 0,5% pada Mei 2016 dibandingkan dengan April, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang propek ekonomi Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- setelah referendum Brexit memutuskan keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE). Tiga dari empat sektor industri utama Inggris mengalami penurunan, dengan yang terbesar dialami manufaktur berdasarkan data Kantor Statistik Nasional Inggris.

(Baca Juga: Kepercayaan Pebisnis Inggris Anjlok Usai Brexit)

Dilansir BBCnews, Jumat (8/7/2016) para analis memperingatkan potensi industri Inggris kedepannya cenderung mendatar. Chris Williamson dari Markit mengatakan industri Manufaktur Inggris semakin mengkhawatirkan, ketika Brexit semakin menghadirkan ketidakpastian. Dia menambahkan meski penurunan pada Mei, masih lebih baik dibandingkan prediksi sebelumnya.

Namun menurutnya ketidakpastian dapat memberikan efek serius bila kondisi seperti ini terus bertahan. Secara tahunan produksi industri Inggris tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,4% pada Mei 2015 lalu. Keputusan Inggris meninggalkan UE diyakini para ekonom cenderung membebani perekonomian di beberapa bulan ke depan. Salah satu efeknya adalah penurunan produksi manufaktur mencapai 0,5% pada Mei.

(Baca Juga: Inggris Dilarang Negosiasi Dagang Hingga Proses Brexit Rampung)

Meski begitu penurunan poundsterling dalam beberapa pekan terakhir disebutkan bakal membantu eksportir di sektor manufaktur. "Sementara pounds curam sejak referendum seharusnya memberikan dorongan kepada ekspor. Prospek jangka panjang akses Inggris ke single market harus dapat dipertahankan," ucap Williamson.

Lanjut dia transaksi perdagangan Inggris dalam negosiasi untuk pasar ekspor utama akan menjadi penting. Meskipun perlambatan pada bulan Mei, produksi industri masih diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan kuartal kedua. Penurunan Mei di bidang manufaktur terkonsentrasi sebagian besar di sektor farmasi dan sektor tekstil, yang menikmati pertumbuhan yang kuat di bulan sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
31 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved