Bursa Asia Melompat, IHSG Awal Pekan Dibuka Perkasa
Senin, 11 Juli 2016 - 09:26 WIB
Bursa Asia Melompat, IHSG Awal Pekan Dibuka Perkasa
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat 58,84 poin atau 1,18% ke level 5.030,43 mengikuti jejak bursa Asia yang dibuka melompat tinggi ke zona hijau. Sementara bursa saham Tanah Air akhir pekan sebelum libur panjang Lebaran berakhir turun 28,31 poin atau 0,22% ke level 4.988,33.
Seperti dilansir Reuters, Senin (11/7/2016) pasar saham bursa Asia di awal pekan terlihat mayoritas menguat, setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) mengurangi kekhawatiran terkait kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami kenaikan 0,75% saat bursa Australia bertambah 1,3%.
Kenaikan juga dialami indeks Nikkei Jepang N225 yang melesat dengan penguatan 3,33% ke level 15.610,23. Rebound datang setelah data ekonomi AS tercatat membuka lapangan kerja baru sebanyak 287,000 , jauh di atas perkiraan sebelumnya. Meski begitu investor menyimpulkan data ini tidak cukup kuat untuk menghidupkan kembali peluang kenaikan suku bunga The Fed (Bank Sentral AS).
Sementara salah satu agenda besar pekan ini adalah pertemuan Bank of England pada tengah pekan ini, untuk membahas kemungkinan memotong suku bunga 0,5% untuk mengimbangi efek negatif dari keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE). Gubernur Mark Carney telah membuka pintu untuk mengurangi, termasuk perluasan program membeli obligasi.
Di sisi lain menurut CNBC, kenaikan juga terjadi di seberang selat Korea saat indeks Kospi bertambah 0,88%. Saham Australia juga naik 1,39% terdorong keuntungan indeks keuangan sebesar 1,7%. Bank-bank besar Australia mencetak reli dengan saham ANZ mendaki 2,6%. Indeks Hang Seng juga menguat 1,49% ke level 20.869,71 mengiringi lonjakan tipis indeks Shanghai sebesar 9,01 poin atau 0,30% ke posisi 2.997,10.
Sektor saham dalam negeri mayoritas mencatatkan keuntungan. Sektor dengan penguatan tertinggi terjadi pada sektor keuangan yang bertambah 1,84% dan indeks konsumen naik 1,35%. Selanjutnya ada sektor pertanian menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,09%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp230 miliar dengan 93 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp43,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp148,6 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp191,6 miliar. Tercatat 86 saham menguat, 8 saham melemah dan 57 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1775 menjadi Rp70.025, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menguat Rp950 menjadi Rp20.700 dan PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp175 menjadi Rp7.575
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menyusut Rp50 menjadi Rp14.400, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berkurang Rp40 menjadi Rp1.110 dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) turun Rp20 atau 1,7% menjadi Rp1.145.
Seperti dilansir Reuters, Senin (11/7/2016) pasar saham bursa Asia di awal pekan terlihat mayoritas menguat, setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) mengurangi kekhawatiran terkait kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami kenaikan 0,75% saat bursa Australia bertambah 1,3%.
Kenaikan juga dialami indeks Nikkei Jepang N225 yang melesat dengan penguatan 3,33% ke level 15.610,23. Rebound datang setelah data ekonomi AS tercatat membuka lapangan kerja baru sebanyak 287,000 , jauh di atas perkiraan sebelumnya. Meski begitu investor menyimpulkan data ini tidak cukup kuat untuk menghidupkan kembali peluang kenaikan suku bunga The Fed (Bank Sentral AS).
Sementara salah satu agenda besar pekan ini adalah pertemuan Bank of England pada tengah pekan ini, untuk membahas kemungkinan memotong suku bunga 0,5% untuk mengimbangi efek negatif dari keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE). Gubernur Mark Carney telah membuka pintu untuk mengurangi, termasuk perluasan program membeli obligasi.
Di sisi lain menurut CNBC, kenaikan juga terjadi di seberang selat Korea saat indeks Kospi bertambah 0,88%. Saham Australia juga naik 1,39% terdorong keuntungan indeks keuangan sebesar 1,7%. Bank-bank besar Australia mencetak reli dengan saham ANZ mendaki 2,6%. Indeks Hang Seng juga menguat 1,49% ke level 20.869,71 mengiringi lonjakan tipis indeks Shanghai sebesar 9,01 poin atau 0,30% ke posisi 2.997,10.
Sektor saham dalam negeri mayoritas mencatatkan keuntungan. Sektor dengan penguatan tertinggi terjadi pada sektor keuangan yang bertambah 1,84% dan indeks konsumen naik 1,35%. Selanjutnya ada sektor pertanian menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,09%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp230 miliar dengan 93 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp43,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp148,6 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp191,6 miliar. Tercatat 86 saham menguat, 8 saham melemah dan 57 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1775 menjadi Rp70.025, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menguat Rp950 menjadi Rp20.700 dan PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp175 menjadi Rp7.575
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menyusut Rp50 menjadi Rp14.400, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berkurang Rp40 menjadi Rp1.110 dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) turun Rp20 atau 1,7% menjadi Rp1.145.
(akr)
Lihat Juga :